Kobalorasi 4 Angkat Sejarah Koba dari Masa ke Masa, Jadi Wadah Edukasi Generasi Muda
Asmadi Pandapotan Siregar August 19, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Event KOBALORASI #4 yang digelar di kawasan Alun-alun Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, mulai berlangsung sejak Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Gebyar HUT ke-172 Kota Koba.

Memasuki hari kedua, Rabu (19/8/2026), salah satu spot yang menarik perhatian pengunjung adalah area pameran sejarah Kota Koba.

‎Pantauan Bangkapos.com di lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat foto dan visualisasi yang menggambarkan sejarah serta asal-usul desa dan kelurahan di wilayah Bangka Tengah.

Sejumlah pengunjung tampak menyempatkan diri membaca keterangan yang tertera pada setiap gambar untuk mengetahui perjalanan sejarah Kota Koba dari masa ke masa.

‎Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Irwandi menyampaikan, visualisasi sejarah ini ditampilkan sesusai dengan teman Kobalorasi#4 yakni Koba Dari Masa ke Masa.

‎Ia menerangkan, melalui konsep yang diusung diharapkan rangkaian acara tidak sekedar menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi disini juga sebagai wadah edukasi khususnya generasi muda.

‎"KOBALORASI #4 bukan sekadar rangkaian hiburan dalam memeriahkan HUT ke 81 Republik Indonesia dirangkaikan dengan Gebyar HUT ke-172 Kota Koba, tetapi juga wadah edukasi dengan mengajak generasi penerus kita membaca dan melihat foto-foto yg ditampilkan berisi sejarah kota Koba dari masa ke masa," ujar Irwandi.

‎Meski begitu dirinya juga memastikan, acara akandimeriahkan penampilan sejumlah musisi dan komunitas seni. Dimulai dari penyanyi Jacson Zeran dijadwalkan menjadi bintang utama, didukung penampilan Hari Gamma 1, DJ Maxsound, Big Noeng, Hybrid Theory Band, Maxsound Band, Disko Randa, Infinity Band, Kawanan Band, DJ Big Mouse, Kuda Lumping "Ngesti Budoyo Turonggo Mudo" serta sejumlah pengisi acara lainnya.

‎Menurutnya, konsep juga dikolaborasikan melalui hadirnya layanan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, sehingga manfaat kegiatan diharapkan dapat dirasakan secara luas.

‎"Semangat yang kami bangun adalah kolaborasi. Ketika masyarakat bersama keluarga besar hadir, pelaku UMKM mendapatkan pembeli, seniman memiliki ruang berekspresi, generasi penerus mendapatkan informasi tentang cerita dan para pelaku sejarah serta ekonomi lokal ikut bergerak," tutupnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.