SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS - Kebakaran di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumsel. Tiga rumah warga di Dusun III, Desa Pedang, Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas ludes terbakar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekira pukul 21.00 WIB.
Duka tersebut dialami oleh Solihin (40), Sodikin (45), dan Dewi (35).
Ketiganya berprofesi sebagai seorang petani.
Kobaran api yang besar, sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Bahkan, warga pun langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan harta benda, karena khawatir api terus merambat ke rumahnya.
Baca juga: Kondisi Terkini Tiga Keluarga Korban Kebakaran di Musi Rawas, Bantuan Mulai Berdatangan
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta melalui Kapolsek Muara Beliti Iptu Miming Wijaya saat dikonfirmasi Sripoku.com membenarkan kejadian tersebut.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, namun dalam peristiwa tersebut dipastikan tak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan itu.
"Korban jiwa tidak ada, tapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta. Dimana ada tiga rumah warga yang habis terbakar," kata Miming, Rabu (20/8/2026).
Dikatakan Miming, berdasarkan informasi warga setempat, diketahui api pertama kali terlihat dari rumah panggung milik Sodikin.
"Informasi awal dari warga, sebelum kejadian terdapat aktivitas menyalakan obat nyamuk bakar di dekat tumpukan kayu di bawah rumah panggung tersebut," ucap Miming.
"Namun belum dipastikan penyebab kebakaran dan saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian," ungkap Kapolsek.
Kemudian, api yang cepat membesar dan dengan mudah merambat ke dua rumah lain yang ada di sekitarnya. Melihat itu, warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.
Baca juga: Kebakaran Lahan Dekat Jalinsum Palembang-Indralaya, Api Membentuk Garis Sepanjang Puluhan Meter
"Warga sekitar sudah berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian," kata Kapolsek.
Menerima informasi tersebut, personel Polres Musi Rawas bersama Polsek Muara Beliti pun langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Selain membantu pengamanan dan pendataan, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas serta mensterilkan jalur akses jalan desa, guna memastikan mobil pemadam kebakaran dapat masuk ke lokasi kejadian tanpa hambatan.
"Sekitar satu jam kemudian, tim pemadam kebakaran dari Lubuklinggau dan Musi Rawas tiba di lokasi," ucap Kapolsek.
Berkat pengondisian jalur yang lancar oleh petugas kepolisian bersama warga, penanganan kebakaran dapat dilakukan secara optimal hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.15 WIB.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta," jelas Kapolsek.
"Karena bangunan rumah beserta peralatan elektronik dan perabotan rumah tangga yang hangus terbakar," imbuh Kapolsek.
Sementara itu, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Agung mengatakan, di tengah kondisi musim kemarau. Menurut Kapolres, cuaca panas dan banyaknya material kering membuat api sangat mudah membesar.
"Musim kemarau, sedikit api bisa menjadi bencana," tegas Kapolres.
Kapolres menegaskan agar masyarakat tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun, seperti obat nyamuk bakar, puntung rokok, kompor, maupun pembakaran sampah.
"Pastikan semua sumber api benar-benar padam dan diletakkan jauh dari bahan yang mudah terbakar. Kita tidak pernah tahu kapan musibah terjadi. Karena itu, mari bersama-sama mencegah sebelum api membesar," ungkap Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada pihak kepolisian atau petugas pemadam kebakaran, apabila melihat adanya titik api di sekitar lingkungan tempat tinggal agar penanganan awal dapat segera dilakukan.
"Keselamatan keluarga dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Lebih baik mencegah daripada kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran," kata Kapolres.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga, bahwa kewaspadaan mandiri adalah kunci utama mencegah musibah di musim kemarau.
"Kami dari Polres Musi Rawas mengimbau agar waspada, cegah kebakaran dan jangan biarkan sedikit api berubah menjadi bencana," tutup Kapolres.