TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membantah tudingan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengintimidasi sopir bus yang dicarter mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Tudingan tersebut muncul setelah bus yang sebelumnya akan mengangkut mahasiswa dari Kampus UI, Depok, menuju lokasi aksi disebut batal beroperasi.
Dudy menegaskan dirinya tidak pernah menerima maupun mengeluarkan surat terkait penggunaan bus tersebut.
“Saya tidak pernah mengintimidasi siapa pun terkait dengan penggunaan bus,” tegas Dudy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Dudy menjelaskan bus yang dicarter secara pribadi merupakan urusan antara pemilik kendaraan dan pihak yang menyewa.
Karena itu, ia meminta pihak yang menuding adanya intimidasi menunjukkan bukti, termasuk nama dan jabatan orang yang disebut berasal dari Kemenhub.
“Minta namanya, jabatannya siapa, mohon diserahkan ke saya, kalau memang itu betul adanya,” ujar Dudy.
Baca juga: Massa BEM UI Diduga Dapat Intimidasi agar Demo Batal: Hal-Hal Seperti Ini Menggerus Kemerdekaan
Ia juga meminta dugaan tersebut dikonfirmasi kepada perusahaan bus yang menerima pencarteran.
Menurut Dudy, Kemenhub tidak memiliki alasan untuk mengatur penggunaan bus yang dicarter secara pribadi oleh mahasiswa.
“Karena bus setahu saya kalau dicarter sifatnya lebih kepada private ya. Jadi, kami serahkan sepenuhnya kepada pemilik bus dan pencarter,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI), Dimas, menyebut bus Kopaja yang dicarter mahasiswa untuk menuju lokasi demonstrasi tiba-tiba dibatalkan.
Dimas menyampaikan dugaan tersebut saat massa mahasiswa hendak membubarkan diri dari Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa sore.
“Pertama, hari ini kita tahu bahwa Kopaja-kopaja ini mendapat intimidasi melalui surat, kabarnya dari Kementerian,” kata Dimas kepada wartawan.
Saat ditanya kementerian yang dimaksud, Dimas menyebut Kementerian Perhubungan. Namun, ia mengakui pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab pembatalan bus tersebut.
“Yang pasti, tiba-tiba di-cancel semua Kopaja-nya dan kita enggak tahu kenapa,” ucapnya.
Dimas kemudian meminta dugaan tersebut dikonfirmasi kepada Kemenhub maupun pihak sopir atau perusahaan bus.
Baca juga: Bawa Flare dan Molotov saat Demo, Ini Nasib 21 Orang yang Diamankan Polisi
Meski bus yang sebelumnya dicarter batal mengantar massa, mahasiswa UI tetap berangkat menuju Jakarta.
Mereka menggunakan angkutan kota untuk menuju lokasi aksi.
Berdasarkan keterangan yang tersedia, penyebab pembatalan bus belum terkonfirmasi secara independen. BEM UI menyebut adanya dugaan intimidasi dari pihak Kemenhub, sedangkan Dudy membantah tudingan tersebut dan meminta bukti serta identitas pihak yang disebut melakukan intimidasi.