Kasus 115 Dakwaan Manchester City Belum Kelar, Bos Liga Inggris Akui Frustrasi
Drajat Sugiri August 19, 2026 10:57 PM

TRIBUNNEWS.COM – Kasus 115 dakwaan yang menjerat Manchester City masih belum menemukan titik akhir. Kepala Eksekutif Premier League, Richard Masters, mengakui proses penanganan perkara tersebut telah berjalan jauh lebih lama dari perkiraan semula.

Manchester City didakwa pada Februari 2023 atas 115 dugaan pelanggaran aturan finansial yang disebut terjadi dalam periode 2009 hingga 2018.

Namun, lebih dari tiga tahun setelah dakwaan diumumkan, belum ada keputusan resmi mengenai nasib The Citizens.

Manchester City sendiri konsisten membantah seluruh tuduhan dan menegaskan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran.

Jika nantinya dinyatakan bersalah, City berpotensi menghadapi hukuman berat, termasuk pengurangan poin hingga kemungkinan dikeluarkan dari Premier League.

Gelar-gelar yang diraih klub selama periode dugaan pelanggaran juga berpotensi ikut menjadi sorotan.

Sidang perkara tersebut berlangsung selama 12 minggu, dari September hingga Desember 2024.

Kompleksitas kasus serta banyaknya bukti yang harus diperiksa membuat proses menuju putusan diperkirakan tidak akan berlangsung singkat.

Namun, hingga 2026, Premier League masih belum memberikan kepastian mengenai kapan keputusan akan diumumkan.

SELEBRASI - Penyerang Manchester City, Erling Haaland (kiri) bersama Rayan Cherki (kanan) melakukan selebrasi bersama setelah menjebol gawang Arsenal dalam pertandingan pekan ke-33 Liga Inggris di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026) malam WIB. Manchester City berhasil menang 2-1.
SELEBRASI - Penyerang Manchester City, Erling Haaland (kiri) bersama Rayan Cherki (kanan) melakukan selebrasi bersama setelah menjebol gawang Arsenal dalam pertandingan pekan ke-33 Liga Inggris di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026) malam WIB. Manchester City berhasil menang 2-1. (Manchester City)

Richard Masters Akui Proses Berlarut

Lamanya proses tersebut mulai memunculkan frustrasi, terutama dari klub-klub rival Manchester City yang juga menantikan kepastian.

Masters tidak menampik bahwa perkara ini memang berjalan lebih lama dari perkiraan.

Namun, ia menegaskan Premier League tidak bisa mengungkap perkembangan kasus sebelum prosesnya benar-benar siap untuk diumumkan.

"Aturan kami sangat jelas mengenai hal itu – saya harus merahasiakan semuanya sampai kami siap untuk memberikan keputusan dan menjelaskannya dengan jelas," kata Marsters.

Baca juga: Liga Inggris 2026/2027 Bongkar Penilaian Wasit, Kesalahan VAR Kini Bisa Dilihat Publik

Masters juga menegaskan tidak ada jalan pintas untuk menyelesaikan perkara tersebut.

"Hanya ada satu jalan keluar yang tersedia, yaitu membiarkan proses berjalan sebagaimana mestinya."

Ia memahami bahwa situasi tersebut membuat banyak pihak kehilangan kesabaran.

"Prosesnya memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, dan saya memahami rasa frustrasi tersebut," tambah Kepala Eksekutif Premier League itu.

Menariknya, selama kasus berjalan, Manchester City tetap beraktivitas seperti biasa.

Sejak dakwaan diumumkan pada 2023, City dilaporkan telah menghabiskan sekitar £690 juta untuk mendatangkan pemain dan tetap mampu meraih enam trofi utama.

Artinya, selama proses hukum berlangsung, performa Manchester City di lapangan sama sekali tidak berhenti.

Empat Rival Bisa Dapat Kompensasi £100 Juta

Jika Manchester City akhirnya dinyatakan bersalah, dampaknya juga berpotensi dirasakan klub-klub rival.

Pada Juni lalu, Tottenham Hotspur, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United dilaporkan berpeluang mengajukan klaim kompensasi hingga £100 juta per klub.

Namun, peluang tersebut masih sepenuhnya bergantung pada hasil akhir perkara.

Selama Premier League belum mengeluarkan keputusan, keempat klub tersebut juga harus menunggu sebelum dapat mengetahui apakah memiliki dasar untuk mengajukan klaim.

Masters Bandingkan dengan Kasus Chelsea

Masters juga menjelaskan mengapa kasus Manchester City berbeda dengan perkara Chelsea yang baru-baru ini berakhir dengan denda £10 juta dan larangan transfer yang ditangguhkan.

Chelsea dinyatakan melanggar 74 aturan terkait pembayaran kepada agen.

Menurut Masters, perkara tersebut lebih mudah diselesaikan karena pemilik baru klub menyerahkan informasi yang dibutuhkan kepada Premier League, sementara sebagian besar pihak yang terlibat sudah tidak lagi berada di Chelsea.

"Dalam situasi dengan Chelsea, jelas ini bersejarah. Ini sangat berbeda dengan kasus PSR," ucap Masters.

Premier League kemudian memilih membuat kesepakatan sanksi dengan Chelsea karena mempertimbangkan kondisi bukti dan ketersediaan saksi.

Kasus Manchester City jauh lebih rumit. Jumlah dakwaan yang mencapai 115 serta periode dugaan pelanggaran yang berlangsung hampir satu dekade membuat proses pemeriksaannya membutuhkan waktu jauh lebih panjang.

Untuk saat ini, Premier League hanya bisa menunggu hingga seluruh proses selesai.

Manchester City masih harus menanti keputusan yang berpotensi menentukan sejarah klub, sementara para rival juga belum bisa memastikan apakah mereka akan mendapatkan kompensasi atau tidak.

Setelah bertahun-tahun berjalan, misteri 115 dakwaan The Citizens masih belum menemukan jawaban.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.