Jakarta (ANTARA) - Tim China DeQing tampil menjadi skuad penuh kejutan pada FIBA 3x3 World Tour 2026, dengan menunjukkan potensi besar pada paruh kedua musim 2026 setelah meraih hasil positif dalam seri Challenger maupun World Tour.
Dikutip dari laman FIBA, Rabu, DeQing tampil konsisten di setiap seri termasuk meraih gelar juara Xi'an Challenger, posisi ketiga World Tour Ulaanbaatar, serta runner-up Darkhan Challenger 2026.
DeQing memiliki modal untuk berkembang menjadi ancaman di World Tour. Kombinasi pemain dan kekuatan lokal membuat mereka mempunyai cukup banyak pilihan dalam membangun serangan.
Selain itu, Francis Lacis dan Guim Exposito juga menambah pengalaman internasional di dalam tim tersebut. Keduanya pernah menjuarai FIBA 3x3 World Cup, dengan Exposito menjadi juara pada 2025 dan Lacis pada 2026.
Berdasarkan statistik FIBA 3x3, Lacis menjadi penentu kemenangan DeQing kontra Skyliners dengan mencetak tiga poin terakhir dalam semifinal Xi'an Challenger yang berakhir 18-16.
Di sisi lain, pemain asal China juga menjadi fondasi penting. Zhang Dianliang tampil di Xi'an dengan mencetak 38 poin, terbanyak dalam turnamen, sekaligus membukukan total nilai pemain (player value) 40,5. Guo Hanyu turut menyumbang 10 poin pada final ketika DeQing mengalahkan Phoenix 22-17.
DeQing sebelumnya finis keempat di Hengqin Challenger sebelum menjuarai Xi'an. Mereka kemudian meraih peringkat ketiga di Ulaanbaatar dan posisi kedua di Darkhan Challenger.
Pada turnamen terakhir, DeQing mengalahkan Ulaanbaatar MMC Energy 21-19 pada perempat final.
Perkembangan permainan Zhang menjadi faktor utama keberhasilan tim.
Jika konsisten menjadi pencetak angka utama, sementara Lacis, Exposito, dan pemain China lainnya tetap produktif, maka DeQing memiliki variasi permainan untuk melangkah jauh.
Melalui Hongcheon Challenger di depan mata dan FIBA 3x3 World Tour Malaga sebagai agenda, DeQing berpeluang mengubah konsistensi di Challenger menjadi prestasi lebih besar di World Tour.





