Bertahan di Tenda Usai Gempa, Warga Manggarai Terima Segelas Beras dan Sebutir Telur
Acos Abdul Qodir August 20, 2026 12:38 AM

 
TRIBUNNEWS.COM, RUTENG — Tenda darurat masih menjadi tempat berlindung warga Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, setelah gempa mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Sejumlah warga memilih mengungsi karena panik. Sebagian lainnya tak punya pilihan lain setelah rumah mereka rusak dan tak lagi dapat digunakan sebagai tempat berteduh.

Di tengah kondisi itu, bantuan darurat datang dari pemerintah desa. Warga menerima segelas beras, sebutir telur, dan sebungkus mi instan yang disalurkan melalui dusun.

“Ini bantuan darurat dari pemerintah desa yang kami terima hari ini,” ujar Ola, salah satu warga terdampak, kepada TRIBUNFLORES.COM melalui pesan singkat, Rabu (19/8/2026).

Bagi Marianus Darmi, bantuan tersebut belum mencukupi kebutuhan keluarganya. Meski begitu, ia melihat bantuan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang tengah menghadapi bencana.

“Mungkin ini wujud kehadiran pemerintah ditengah kami yang sedang dilanda musibah,” ujar Marianus.

Rumah Rusak, Warga Masih di Tenda

Dampak gempa terlihat dari kondisi rumah warga di Kampung Topak.

Sebanyak 10 rumah mengalami rusak berat hingga tak lagi layak dihuni. Sebelas rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Kondisi itu membuat kebutuhan warga bukan hanya bantuan pangan, tetapi juga tempat tinggal sementara bagi mereka yang kehilangan rumah layak huni.

Baca juga: Sosok Frater Leonardus Noprianto, Calon Imam yang Tewas usai Lompat dari Lantai 3 saat Gempa NTT

Acik Mayo, pemuda setempat, berharap pemerintah, lembaga sosial, dan organisasi kemanusiaan ikut membantu warga yang terdampak.

“Sangat diharapkan bantuan dari pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, khusus untuk korban seperti tempat huni sementara bagi yang alami kerusakan berat,” ujarnya melalui pesan singkat.

Baca juga: Kisah Warga Nagekeo Cari Beras Usai Gempa, Pulang dari Pasar Terjebak Longsor

71 Orang Meninggal akibat Gempa Flores

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).

Dalam perkembangan terbaru per 19 Agustus 2026, korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 71 orang. Sementara itu, 59.647 orang dilaporkan mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 11.925 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa.

Kabupaten Manggarai termasuk wilayah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa tersebut. (Tribunnews.com/TribunFlores.com/Charles Abar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.