Pengawal Gubernur Maluku Minta Maaf, Akui Khilaf usai Sebut Mahasiswa Monyet: Saya Keceplosan
Azis Husein Hasibuan August 20, 2026 09:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8/2026) tercoreng ulah Sersan Kepala (Serka) La Rahimu, pengawal pribadi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. 

Aksi anggota TNI, Serka La Rahimu, pengawal pribadi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menjadi viral lantaran diduga menghina seorang mahasiswa dengan sebutan monyet. 

Mahasiswa bernama Wili Ropena mengaku mendapat hinaan "monyet" dari Serka La Rahimu, pengawal pribadi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa tersebut saat berusaha menyerahkan surat dari Raja Tanah Manusela, Sepnat Amanukuany, di Pegunungan Seram Utara. 

Niat awal Wili beserta empat mahasiswa lainnya asal Pegunungan Pulau Seram memang untuk menyampaikan aspirasi usai upacara, namun berujung insiden penghinaan.

Terkini, Serka La Rahimu akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui telah melontarkan kata tersebut.

Surat tak Sampai ke Tangan Gubernur Maluku, Mahasiswa Asal Pegunungan Pulau Seram Malah Dihina Pengawal Pribadi Gubernur

Insiden itu bermula ketika lima mahasiswa asal Pegunungan Pulau Seram yang terdiri dari empat laki-laki dan seorang perempuan, berniat menemui Gubernur Maluku usai upacara.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIT, sesaat setelah Hendrik Lewerissa selesai memimpin upacara sebagai inspektur upacara dan mulai menuruni tangga menuju kendaraan dinasnya.

Kelima mahasiswa yang mengenakan ikat kepala merah sebagai simbol perjuangan masyarakat adat itu bergerak mendekat.

Mereka tidak membawa pengeras suara maupun spanduk berukuran besar, melainkan hanya dua poster berwarna merah dan sepotong bambu berisi surat dari Raja Tanah Manusela yang hendak diserahkan langsung kepada gubernur.

Namun, ketika salah seorang mahasiswa mencoba mendekat, langkah mereka langsung diadang oleh pengawal pribadi hingga terjadi aksi saling tarik.

Akibatnya, surat tersebut tidak pernah sampai ke tangan gubernur.

Di tengah ketegangan itu, terdengar ucapan bernada penghinaan yang terekam dan viral di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, pengawal pribadi Gubernur Maluku, Sersan Kepala La Rahimu, terdengar mengatakan:

"Kau dengar ka seng, ada aturannya monyet ee. Hargai orang sedikit."

Ucapan tersebut sontak menuai sorotan publik dan memicu reaksi berbagai kalangan.

Pengawal Gubernur Maluku, Serka La Rahimu Akui Khilaf dan Minta Maaf

Dikonfirmasi terpisah pada Selasa (18/8/2026), Sersan Kepala (Serka) La Rahimu mengakui dirinya mengucapkan kalimat tersebut saat menjalankan tugas pengamanan.

Ia menjelaskan bahwa setelah upacara selesai, tim pengamanan ring satu membuka akses agar gubernur dapat berjalan menuju kendaraan dengan aman.

Menurutnya, saat itu Hendrik Lewerissa juga sedang diwawancarai wartawan sebelum tiba-tiba didatangi sekelompok mahasiswa yang membawa poster dan sepotong bambu.

"Kami tidak tahu mereka dari mana. Kami juga belum mengetahui apa isi bambu itu. Sebagai pengawal tentu kami memastikan apa yang mereka bawa," katanya.

La Rahimu mengaku telah meminta para mahasiswa menyampaikan surat melalui prosedur resmi di kantor gubernur karena kondisi di lokasi dinilai tidak memungkinkan.

Namun, ia menyebut para mahasiswa tetap bersikeras ingin bertemu langsung.

"Saya sudah beberapa kali menyampaikan supaya bertemu di kantor, bukan di situ. Tapi mereka tetap ngotot. Sampai akhirnya saya keceplosan mengatakan, 'Ose ini manusia ka monyet'," ujarnya.

Ia menegaskan ucapan tersebut tidak bermaksud menghina masyarakat Seram Utara ataupun mengandung unsur rasial.

"Saya sebagai manusia biasa menyampaikan permohonan maaf atas bahasa saya dan atas kekhilafan saya. Saya tidak ada niat rasis. Saya hanya menjalankan tugas pengamanan," katanya.

La Rahimu juga mengaku belum sempat menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada mahasiswa karena setelah kejadian gubernur langsung meninggalkan lokasi.

"Saya mohon maaf. Saya berharap persoalan ini tidak dipelintir. Tidak ada niat saya menghina basudara di Seram Utara," ujarnya.

Serka La Rahimu Siap Hadapi Proses Hukum

Mengenai rencana pihak mahasiswa membawa kasus tersebut ke jalur hukum, La Rahimu menyatakan siap menghadapi proses yang berlaku.

"Itu hak mereka. Saya siap menerima kalau saya disalahkan.

Saya menunggu prosesnya," tegasnya.

 

Masih Bertugas Sebagai Pengawal Pribadi Gubernur Maluku

Ia menambahkan, hingga kini dirinya masih bertugas sebagai pengawal pribadi Gubernur Maluku.

"Saya sebagai bawahan hanya menunggu perintah pimpinan. Mari kita selesaikan persoalan ini dengan kepala dingin," katanya.

La Rahimu mengungkapkan bahwa dirinya telah sekitar satu tahun bertugas sebagai pengawal pribadi gubernur, setelah sebelumnya mengabdi kurang lebih 16 tahun di Pulau Seram.

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.