TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejumlah informasi menarik disajikan pagi ini terkait kejadian seputar Sumatera Barat dalam 24 jam terakhir yang tayang TribunPadang.com.
Sejumlah isu hangat tengah menjadi sorotan publik di Sumatra Barat. Mulai dari keberhasilan Ilham menembus pasar ekspor Jepang dengan jengkol lokal yang berawal dari sekadar oleh-oleh, hingga prestasi membanggakan Ulya Kireina Halim, siswi SMAN 2 Padang Panjang yang sukses menjalankan tugasnya di Pasukan 17 barisan keenam Paskibraka Nasional di Istana Merdeka.
Sementara itu, duka menyelimuti Pesisir Selatan saat rumah duka almarhum Pratu Rizki Kurniawan dipenuhi warga dan pelayat.
Di sisi lain, kepedulian sosial ditunjukkan Pemprov Sumbar melalui pembukaan posko bantuan rendang untuk korban gempa NTT, yang kini telah mengumpulkan hingga 1,4 ton dari target awal 1,5 ton.
1. Jengkol Sumbar Tembus Pasar Jepang, Berawal dari Oleh-oleh untuk Diaspora
Ilham sukses membuka jalan ekspor jengkol asal Sumatera Barat menuju pasar Jepang setelah membaca peluang dari kebutuhan diaspora Indonesia pada 2017 lalu.
Berawal dari membawa jengkol segar sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Jepang, Ilham melihat peluang pasar yang cukup besar bagi komoditas khas Sumatera Barat tersebut.
Saat itu, Ilham membawa jengkol segar untuk kerabatnya di Jepang. Di luar dugaan, sejumlah warga diaspora Indonesia di negara tersebut juga menunjukkan ketertarikan untuk mendapatkan jengkol segar.
"Saya berpikir, nanti saya pulang berkunjung dari Jepang, saya pingin jual lah karena ternyata banyak teman diaspora Indonesia yang juga ingin menikmati jengkol," ujar Ilham dalam Webseries Go Ekspor Barantin #6 bertajuk "Jengkol Sumatera Barat dari Perkebunan Rakyat Menuju Pasar Global", diilansir resmi Rabu, (19/8/2026).
Melihat permintaan tersebut, Ilham kemudian berupaya mencari cara agar jengkol Sumatera Barat dapat dikirim ke Jepang dalam jumlah lebih besar dan melalui jalur ekspor resmi. Upaya itu kemudian diwujudkan dengan mendirikan CV Amanah Murasakih pada 27 Januari 2021.
Baca juga: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Malam Ini, Waspada Petir
Berbagai seminar, diskusi, sampai pelatihan-pelatihan yang digelar oleh Pemprov Sumbar maupun kementerian diikuti Ilham. Tujuannya satu. Ilham ingin jengkol fresh dari Sumbar bisa tembus ke Jepang.
Apa syaratnya, bagaimana kulitas jengkol, serta alur harus diketahui Ilham sebelum melakukan ekspor. Dalam hatinya, Ia ingin agar produk pertanian Indonesia memiliki peluang bersaing di pasar global, termasuk dengan produk serupa dari negara seperti Thailand dan Vietnam.
"Jadi saya cari informasi setelah pulang dari Jepang. Gimana bisa kirim secara resmi. Ikut seminar datang kesana kesini. Darisanalah saya paham ternyata setiap proses ekspor harus ada aturan gak bisa sembarangan,"
"Saya ke Karantina, saya diberi pemahaman, diedukasi, dibina, tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum jengkol dikirim. Berkat dorongan kami berhasil ekspor," jelas Ilham.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat RM Ende Dezeanto mengatakan, pengalaman CV Amanah Murasakih menjadi contoh bahwa komoditas pertanian daerah memiliki peluang untuk masuk ke pasar internasional apabila pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan negara tujuan.
Jengkol merupakan salah satu komoditas Sumatera Barat yang potensial untuk dikembangkan. Namun, sambungnya, peluang pasar harus diikuti dengan pemenuhan persyaratan karantina dan standar yang ditetapkan negara tujuan.
Pelaku usaha, UMKM atau eksportir, dapat menggunakan fasilitas Klinik Ekspor yang ada di setiap kantor atau Balai Karantina. Kata Ende, pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai persyaratan dan tahapan yang harus dipenuhi sebelum komoditas dikirim ke negara tujuan.
Pendampingan akan diberikan, pemahaman kondisi produk, kualitas, keamanan, dokumen, hingga sertifikasi.
"Karantina siap mendampingi mulai dari konsultasi, pemeriksaan, pengujian, sampai penerbitan sertifikat yang dipersyaratkan," kata Ende.
Apalagi dengan hadirnya SSM-QC dan PTK Online yang memudahkan eksportir mengajukan permohonan sebelum melakukan kegiatan ekspor. Salah satu dokumen penting dalam ekspor jengkol ke Jepang adalah Phytosanitary Certificate atau sertifikat fitosanitari.
Baca juga: Boyong Anugerah Adinata Syariah, Solok Selatan Genjot Sektor Wisata Halal
Dokumen tersebut menjadi bagian dari persyaratan untuk memastikan komoditas tumbuhan yang dikirim telah memenuhi ketentuan kesehatan tumbuhan yang dipersyaratkan negara tujuan.
Ende menjelaskan, proses ekspor melalui layanan karantina diawali dengan pengajuan permohonan oleh pelaku usaha. Setelah dokumen diverifikasi, petugas melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel apabila diperlukan.
Sampel dapat menjalani pengujian laboratorium untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan yang dipersyaratkan.
Apabila seluruh persyaratan terpenuhi dan komoditas dinyatakan sehat, Barantin menerbitkan sertifikat fitosanitari sebagai salah satu dokumen yang diperlukan dalam proses ekspor.
Berdasarkan data Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, ekspor jengkol pada 2024 tercatat sebanyak 25 sertifikat dengan volume 4.045,92 kilogram dan nilai komoditas Rp323,67 juta.
Baca juga: Gempa NTT Tewaskan 71 Orang, BPBD Sumbar Ungkap Kondisi Perantau Minang
Pada 2025, tercatat sembilan sertifikat dengan volume 3.534 kilogram dan nilai komoditas Rp282,72 juta. Sementara hingga Agustus 2026, telah diterbitkan empat sertifikat dengan volume 767 kilogram dan nilai komoditas Rp61,63 juta.
"Jangan melihat jengkol hanya sebagai komoditas konsumsi lokal. Dengan kualitas yang baik dan pemenuhan persyaratan yang tepat, komoditas ini memiliki peluang untuk menjadi produk ekspor," kata Ende.
Selain jengkol, sejumlah komoditas Sumatera Barat juga telah diekspor, antara lain madu, ikan tuna sirip kuning beku, ikan hias laut, ikan garing beku, benih ikan garing, kayu manis, cangkang sawit, kulit lempengan, dan bungkil sawit. (*)
2. Kisah Ulya Kireina, Siswi SMAN 2 Padang Panjang Sukses Jadi Paskibraka Nasional di Istana
Ulya Kireina Halim, siswi SMAN 2 Padang Panjang, sukses menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Ulya Kireina Halim tergabung dalam Pasukan 17 barisan keenam saat prosesi pengibaran Bendera Merah Putih. Ia menjadi salah satu anggota Paskibraka Nasional yang terpilih dari 38 provinsi di Indonesia untuk menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan tersebut.
Ulya Kireina Halim merupakan siswi kelahiran Padang Panjang, 17 Oktober 2009. Ia membawa nama Padang Panjang dan Sumatera Barat dalam pelaksanaan upacara di Istana Merdeka.
Ulya merupakan putri pasangan Bobby Halim dan Gustiya Khadrifa. Untuk sampai ke tingkat nasional, ia mengikuti proses seleksi secara bertahap mulai dari tingkat Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat hingga tingkat pusat.
Setelah dinyatakan lolos, Ulya mengikuti pembinaan dan pelatihan bersama anggota Paskibraka dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum menjalankan tugas dalam upacara peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka.
Baca juga: Warga Lapau Munggu Padang Sedih Direlokasi, Harap Rumah yang Rusak Direhab Bukan Dihancurkan
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas tugas yang dijalankan Ulya dalam upacara kenegaraan tersebut.
“Selamat kepada Ananda Ulya Kireina Halim yang telah menjalankan tugas dengan baik. Ini menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah dan Kota Padang Panjang. Apa yang diraih merupakan hasil kerja keras, disiplin dan dukungan banyak pihak,” ujar Hendri dicuplik Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh Ulya selama mengikuti proses seleksi, pembinaan hingga menjalankan tugas di Istana Merdeka dapat menjadi modal penting untuk pengembangan diri dan prestasi di masa mendatang.
“Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran dan modal untuk terus berprestasi. Tetap rendah hati, terus belajar dan jadilah inspirasi bagi generasi muda lainnya di Padang Panjang,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kesbangpol Mihandrik mengatakan, Ulya bersama anggota Paskibraka Nasional lainnya masih mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan di Jakarta setelah pelaksanaan upacara.
“Setelah menuntaskan tugas di Istana, Ulya bersama rombongan masih mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta. Mereka dijadwalkan kembali ke Padang Panjang pada 22 Agustus dan akan dilepas oleh Menteri Sekretaris Negara,” ujarnya.
Baca juga: AJIAN DARA Permudah Warga Dharmasraya Urus Izin, Petugas Datang ke Lokasi
Mihandrik menambahkan, keberhasilan Ulya menjadi Paskibraka Tingkat Pusat tidak terlepas dari proses panjang yang dimulai dari seleksi, pembinaan hingga pelatihan bersama anggota Paskibraka dari seluruh Indonesia.
Bagi Kota Padang Panjang, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan Ulya juga menjadi bukti bahwa pelajar Padang Panjang mampu bersaing di tingkat nasional melalui kedisiplinan, kerja keras dan dedikasi. (*)
3. Pratu Rizki Gugur di Papua: Rumah Duka di Pessel Dipenuhi Pelayat, Almarhum Dimakamkan Hari Ini
Rumah duka Pratu Rizki Kurniawan di Kampung Koto, Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, dipenuhi warga dan pelayat pada Rabu (19/8/2026).
Suasana duka menyelimuti kampung tersebut setelah kabar gugurnya prajurit Yonif 133/Yudha Sakti dalam kontak tembak di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).
Bagi warga Sungai Gayo Lumpo, kepergian Rizki bukan hanya kehilangan seorang prajurit TNI. Ia dikenal sebagai pemuda yang baik, sopan, dan menjadi salah satu kebanggaan kampung.
Wali Nagari Sungai Gayo Lumpo, Novinol Edi, mengatakan Rizki selama ini tidak pernah membuat masalah dan dikenal memiliki hubungan yang baik dengan warga.
Baca juga: Pratu Rizki Kurniawan Prajurit Yonif 133 Padang Gugur dalam Serangan OPM di Papua, 2 Rekan Terluka
"Dia anaknya dikenal sangat baik di kampung. Gak ada neko-neko. Dia anaknya sopan, gak macam-macam, jadi hubungan sangat baik. Jadi kami sangat berduka terkait ini," kata Novinol kepada TribunPadang.com, Rabu (19/8/2026).
Menurut Novinol, sosok Rizki cukup dikenal oleh masyarakat setempat. Ia menjadi salah seorang pemuda yang dibanggakan warga karena memilih mengabdikan diri sebagai prajurit TNI.
"Dia kebanggaan kampung kami, jadi salah seorang pemuda yang kami banggakan. Berpulangnya korban membuat kami sangat bersedih," ujarnya.
Di balik sosoknya sebagai prajurit, Rizki juga memiliki kisah keluarga yang membuat kepergiannya semakin menyayat hati.
Rizki merupakan anak yatim piatu. Ibunya meninggal sekitar satu setengah tahun lalu, sedangkan ayahnya telah lebih dahulu meninggal dunia.
Baca juga: Prajurit Yonif 133 Padang Gugur di Papua: Jenazah Pratu Rizki Diperkirakan Tiba di Pessel Siang Ini
"Betul korban yatim piatu, ibunya meninggal satu tahun setengah yang lalu. Sementara ayahnya sudah lama meninggal," jelas Novinol.
Setelah kedua orangtuanya meninggal, Rizki tinggal bersama kakak perempuannya. Ia merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
"Usai orang tuanya meninggal, dia tinggal sama kakak perempuannya. Karena dia dua saudara. Dia anak kedua," katanya.
Meski telah kehilangan kedua orangtuanya, Rizki tetap menjalani pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD. Menurut Novinol, Rizki telah berdinas selama sekitar enam tahun.
"Dia sudah enam tahun dinas sendiri," ujarnya.
Kini, kepulangan Rizki ke kampung halaman dinanti keluarga dan warga. Jenazahnya dijadwalkan tiba di rumah duka sekitar pukul 11.30 WIB, sebelum kemudian dimakamkan pada hari yang sama.
"Hari ini dijadwalkan sampai ke rumah duka sekitar pukul 11.30 WIB," kata Novinol.
"Hari ini juga dijadwalkan untuk dimakamkan," lanjutnya.
Sementara itu, sejak pagi warga terus berdatangan ke rumah duka. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Rizki sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Saat ini warga sudah banyak datang ke rumah duka untuk melayat," ungkap Novinol.
Kabar gugurnya Rizki sebelumnya beredar luas di media sosial. Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, kemudian membenarkan kabar tersebut.
"Ya, betul (Pratu Rizki Kurniawan prajurit Yonif 133/Yudha gugur)," kata Taufiq kepada wartawan.
Dalam insiden kontak tembak tersebut, dua prajurit TNI lainnya, yakni Pratu Y Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, dilaporkan mengalami luka-luka.
Pratu Y Pasaribu mengalami luka pada bagian pinggang, sementara Pratu Kiki Febrio mengalami luka pada bagian lengan.
Kontak tembak tersebut disebut terjadi sekitar pukul 08.12 WIT dengan sasaran Pos Yonif 133/Yudha Sakti dan Koramil Jila.
Hingga pukul 10.05 WIB, jenazah Rizki masih belum tiba di Yonif 133/Yudha Sakti. Jenazah rencananya hanya singgah sebentar di markas batalyon sebelum dibawa menuju kampung halaman.
Kepergian Rizki meninggalkan duka bagi keluarga dan warga Sungai Gayo Lumpo. Namun bagi warga kampung, nama Rizki akan dikenang sebagai pemuda baik yang memilih mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara.
Penyerangan terhadap prajurit Yonif 133 Padang tersebut terjadi tepat pada momen peringatan HUT ke-81 RI sekitar pukul 08.12 WIT ketika kelompok bersenjata menyerbu Pos Yonif 133/YS dan Koramil Jila dari tiga arah berlawanan.
Markas komando satuan prajurit Yonif 133 Padang ini diketahui berpusat di Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat, di bawah naungan jajaran Korem 032/Wirabraja.
Pratu Rizki Kurniawan terkena tembakan di bagian kepala saat membalas tembakan musuh, sementara dua rekan satu kompinya mengalami luka, yakni Pratu Y Pasaribu pada pinggang dan Pratu Kiki Febrio pada bagian lengan.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, membenarkan insiden penembakan terhadap warga sipil.
Baca juga: Hujan Lebat dan Petir Mengintai Sumbar Sore Ini, 9 Daerah Masuk Peringatan BMKG
"Korban ditembak di Kompleks Pertamina Lama, Distrik Wenam, Kabupaten Tolikara. Korban mengalami luka tembak di betis kiri dan saat ini dalam keadaan sadar," ujar Tri Purwanto dicuplik dari Tribunnews.com, Selasa (18/8/2026).
Pelaku penembakan diduga kuat merupakan anggota OPM di bawah pimpinan Botak Wanimbo. Aparat keamanan gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menyisir dan mengejar para pelaku.
"Personel gabungan dari Kodim 1716/Tolikara dan Satgas Rajawali V dikerahkan menuju Kompleks Pertamina Lama untuk mencari dan mengejar kelompok pelaku," jelas Kapendam.
Kapendam menegaskan, TNI-Polri terus melakukan langkah-langkah pengamanan ketat demi memastikan situasi di wilayah Tolikara tetap aman dan kondusif.
"Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat. TNI-Polri akan tetap bersinergi menjaga kondusivitas wilayah," tegasnya.
Baca juga: Pemkab Dharmasraya Rotasi 7 Pejabat Eselon II dan III, Wabup Leli Minta ASN Langsung Tancap Gas
Aparat keamanan mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Tolikara untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kepada aparat keamanan yang bertugas di lapangan.
Dalam insiden ini tak hanya Pratu Rizki Kurniawan yang menjadi korban. Dua rekannya, Pratu Y Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio juga tertembak.
Pratu Y Pasaribu mengalami luka tembak di bagian pinggang. Sementara Pratu Kiki Febrio mengalami luka tembak di bagian lengan.
Dua prajurit yang terluka mendapatkan penanganan medis. Sedangkan proses evakuasi korban dilakukan di tengah peningkatan pengamanan di wilayah Jila.
Informasi dihimpun Tribun-Papua.com, serangan terjadi Senin (17/7/2026) sekitar pukul 08.12 WIT.
Baca juga: Pembeli Ketagihan! Nasi Padang Keliling di Sawahan Murah Meriah, Rp15 Ribu Dapat Nasi Ayam
Pos Yonif 133/YS dan Koramil Jila diserang secara mendadak oleh kelompok OPM dari tiga arah berlawanan.
Aparat keamanan yang berada di lokasi langsung merespons dengan melepaskan tembakan balasan.
Kontak senjata antara kedua belah pihak pun pecah.
Akibat serangan tersebut, tiga personel dari satuan Yonif 133/YS tertembak, yakni:
Pratu Rizki Kurniawan, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.
Pratu Y Pasaribu, mengalami luka tembak di bagian pinggang.
Baca juga: Harga Bawang Merah hingga Telur di Pasar Raya Padang Tak Banyak Berubah
Pratu Kiki Febrio, mengalami luka tembak di bagian lengan.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan aparat gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku.
"Situasi di wilayah Jila masih kondusif, dengan beberapa peningkatan pengamanan di titik-titik tertentu. Pihak aparat gabungan sedang melakukan pengejaran kepada para pelaku," ujar Tri Purwanto dalam siaran pers resmi, Senin (17/8/2026).
Rizki Kurniawan berpangkat Prajurit Satu (Pratu).
Dia berasal dari kesatuan Yonif 133/YS (Yonif 133/Yudha Sakti).
Yonif 133/Yudha Sakti (Yonif 133/YS) adalah satuan infanteri TNI Angkatan Darat yang bermarkas di Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat.
Satuan ini berada dalam jajaran Korem 032/Wirabraja.
Baca juga: Sakit Hati kepada Keluarga, Pria di Payakumbuh Bakar Rumah hingga Total 6 Bangunan Ludes
Yonif 133/YS juga pernah melaksanakan penugasan di Papua Barat Daya.
Pratu Rizki Kurniawan mendapat penugasan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Distrik Jila adalah salah satu distrik di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Wilayah ini berada di kawasan pegunungan Mimika dan dikenal memiliki akses yang relatif sulit.
Pos Yonif 133/Yudha Sakti berada di Distrik Jila.
Pada 17 Agustus 2025, pos tersebut mengalami serangan dari kelompok bersenjata dari beberapa arah.
Gugurnya Pratu Rizki Kurniawan meninggalkan duka mendalam.
Baca juga: Sakit Hati kepada Keluarga, Pria di Payakumbuh Bakar Rumah hingga Total 6 Bangunan Ludes
Sementara itu suasana Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kimbim, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (17/8/2026) juga diwarnai peristiwa kontak tembak.
Aparat keamanan di Kimbim dilaporkan terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang diduga bagian dari TPNPB OPM.
Kimbim dikenal sebagai nama ibu kota Distrik Asologaima.
Dalam data pemerintah, Asologaima tercatat sebagai salah satu distrik di Kabupaten Jayawijaya, dengan ibu kota distrik Kimbim.
Kimbim berada di kawasan Lembah Baliem/pegunungan tengah Papua, dengan kondisi geografis yang berbukit dan bergunung.
Insiden terjadi di tengah momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI yang dijaga ketat aparat.
Dari rekaman video yang beredar luas di media sosial, situasi di sekitar Polsek Kimbim mendadak tegang saat dentuman tembakan mulai menggema.
Sejumlah anggota aparat keamanan tampak panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil posisi berlindung di area depan Polsek.
Baca juga: Bank Nagari Salurkan Rp341,89 Miliar untuk Sumbar, Ada Dividen dan Bantuan Pendidikan
Para petugas terpaksa merunduk hingga tiarap sembari terus mengawasi arah datangnya tembakan lawan.
"Jangan tembak, jangan tembak, awas!" teriak salah satu anggota dalam rekaman video saat berusaha berlindung dari kejaran peluru.
Anggota lain yang mengabadikan momen tersebut turut memberikan peringatan keras kepada rekannya yang berada di lokasi.
"Berlindung, berlindung! Kita terjadi kontak (tembakan) di Kimbim," ujar petugas tersebut dengan nada panik.
Tak lama berselang, seorang prajurit melaporkan asal muasal arah serangan kepada pimpinannya.
"Mereka serang dari depan kantor ini, Komandan," ujarnya. (*)
4. Pemprov Sumbar Buka Posko Rendang untuk Korban Gempa NTT, Target Kumpulkan 1,5 Ton
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar membuka posko pengumpulan bantuan rendang untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB itu mendorong masyarakat Sumbar untuk ikut membantu para korban yang kini terdampak bencana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumatera Barat, Erasukma Munaf, mengatakan bantuan rendang tersebut untuk sementara dikumpulkan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar.
“Untuk sementara kita baru menerima bantuan dari OPD lingkungan Pemprov Sumbar. Sedangkan dari masyarakat lainnya kita masih menunggu,” kata Erasukma saat diwawancarai TribunPadang.com di kantor BPBD Sumbar, Rabu (19/8/2026).
Erasukma mengatakan, Pemprov Sumbar menargetkan dapat mengumpulkan sekitar 1,5 ton rendang untuk dikirimkan kepada korban gempa di NTT.
Baca juga: Kisah Ulya Kireina, Siswi SMAN 2 Padang Panjang Sukses Jadi Paskibraka Nasional di Istana
Dari daftar bantuan yang telah masuk, pihaknya memperkirakan sekitar 1,4 ton rendang akan terkumpul.
Jumlah itu masih berpeluang bertambah karena posko masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan rendang.
“Kalau kita target, rendang itu kita target 1,5 ton. Kalau dari list yang sudah masuk diperkirakan sekitar 1,4 ton yang akan kita terima. Mungkin ada lagi yang mau masuk sampai besok, mudah-mudahan besok bisa kita packing,” ujarnya.
Selain pengumpulan yang dilakukan Pemprov Sumbar, bantuan rendang juga dihimpun masyarakat Minang melalui Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) dan Bundo Kanduang. Bantuan dari kelompok masyarakat tersebut ditargetkan mencapai sekitar 5 ton.
Menurut Erasukma, rendang dipilih karena merupakan makanan yang praktis dan dapat langsung dikonsumsi oleh para pengungsi tanpa harus melalui proses memasak.
Baca juga: Warga Lapau Munggu Padang Sedih Direlokasi, Harap Rumah yang Rusak Direhab Bukan Dihancurkan
“Kondisi sekarang tentu mereka belum punya alat-alat untuk dapur. Sehingga rendang inilah menjadi opsi bantuan cepat saji untuk lauk makan,” katanya.
Bantuan yang dikumpulkan juga tidak hanya berupa rendang daging. Ada pula rendang ayam yang akan disalurkan kepada para korban.
"Bantuan kita selain rendang daging, itu ada rendang ayam," jelasnya.
Erasukma mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Sumatera Barat kepada warga NTT yang sedang menghadapi bencana.
“Kalau kita dari Sumatera Barat, mewakili masyarakat Sumatera Barat, ikut berduka atas bencana yang dialami sanak saudara kita yang ada di NTT,” tuturnya.
Baca juga: Cerita Warga Padang Diteror Banjir Saat Hujan Deras, Terpaksa Mengungsi dan Tidur di Tenda
Untuk penyaluran di lapangan, BPBD Sumbar akan berkoordinasi dengan penanggung jawab (PIC) di NTT, termasuk pemerintah kabupaten dan kota yang wilayahnya mengalami kerusakan cukup parah.
Prioritas penerima bantuan rendang dari Sumbar ini adalah warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Kita akan coba koordinasi dengan PIC di NTT, termasuk kabupaten kota yang mengalami kerusakan parah dengan pengungsi yang ada. Yang ada pengungsinya itu yang kita berikan bantuan rendang,” jelasnya.
Pemprov Sumbar juga berencana memberikan bantuan dalam bentuk uang senilai sekitar Rp500 juta bagi korban gempa NTT.
Sementara untuk bantuan rendang, Erasukma memperkirakan penyaluran dilakukan sekitar 26 Agustus 2026. Gubernur Sumbar Mahyeldi direncanakan menyerahkan bantuan tersebut secara langsung di lokasi bencana.
“Jadi kita perkirakan sekitar tanggal 26 kita salurkan di lokasi bencana. Pak Gubernur kemungkinan besar usai acara MTQ PGRI di Makassar lanjut ke Labuan Bajo menuju lokasi untuk menyerahkan bantuan ini secara langsung,” kata Erasukma.
Baca juga: Semarak Pawai Alegoris HUT RI Dharmasraya, Peserta Serahkan Hasil Bumi ke Bupati
Erasukma menyebut pengumpulan bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat Sumbar terhadap korban bencana di daerah lain. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak gempa.
Ia juga mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Kalau kita di Indonesia memang kita tidak bisa lepas dari masalah bencana. Kita diharapkan tangguh terhadap bencana dan bersahabat dengan alam,” pungkasnya. (*)