Nelayan Hilang di Pasi Mabborong Sinjai, Pencarian Diperluas hingga Pesisir Tonra Bone
Ansar August 20, 2026 10:06 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Pencarian terhadap seorang nelayan hilang di perairan Pasi Mabborong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terus berlanjut, Kamis (20/8/2026).

Perairan Pasi Mabborong berada di antara wilayah Kecamatan Pulau Sembilan dan Pelabuhan Larea Rea, Kecamatan Sinjai Utara.

Korban bernama Akmal Saputra (21), warga Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.

Akmal dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal bagang Harapan Baru di perairan Pasi Mabborong, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.

Tim gabungan dikerahkan melakukan pencarian terhadap korban dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.

Tim tersebut terdiri atas Polair Polres Sinjai, Polair Polda Sulsel, Syahbandar, BPBD Sinjai, Basarnas Bone, Tagana Sinjai, serta sejumlah nelayan.

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave mengatakan, pencarian terhadap Akmal memasuki hari ketiga.

“Pagi ini kita kembali melanjutkan pencarian,” katanya kepada Tribun-Timur.com melalui WhatsApp.

Menurutnya, pencarian diperluas hingga radius empat mil ke arah utara dari lokasi terakhir korban diduga terjatuh.

“Kita akan sisir hingga wilayah pesisir Salomekko dan Tonra, Kabupaten Bone,” ujarnya. 

Andi Octave berharap kondisi cuaca mendukung proses pencarian pada hari ketiga.

“Semoga cuaca mendukung,” katanya.

Pasalnya, tim gabungan menghadapi kondisi cuaca berupa arus dan gelombang cukup deras saat melakukan pencarian pada Rabu (19/8/2026).

Bahkan, ketinggian gelombang di sekitar lokasi pencarian mencapai 1,5 meter.

“Kendalanya yang kita hadapi kemarin deras sekali ombak dengan ketinggian 1,5 meter,” ujarnya.

Sebelumnya, KBO Polair Polres Sinjai, Ipda Andi Jusman, mengatakan Akmal masih terlihat oleh awak kapal sekitar pukul 06.00 Wita.

Saat itu, korban diketahui menuju bagian belakang kapal setelah melakukan aktivitas memilah ikan.

Akmal diduga hendak mencuci tangan di bagian belakang kapal.

Namun, korban diduga terjatuh ke laut dan kejadian tersebut tidak langsung diketahui oleh awak kapal.

Sekitar pukul 06.30 Wita, kapal kembali dan bersandar di TPI Lappa.

“Saat dilakukan pengecekan, awak kapal menyadari Akmal tidak berada di atas kapal,” ujarnya.

Awak kapal kemudian menduga Akmal terjatuh ke laut saat kapal berada di sekitar perairan Pasi Mabborong.

“Pihak kapal selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada kami untuk dilakukan pencarian terhadap korban,” kata Andi Jusman.

Tim gabungan selanjutnya melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.

Pada Rabu (19/8/2026), tim gabungan juga melakukan pencarian hingga kawasan Muara Sungai Tangka, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.