Sahabat Milenial Batam Galang Dana Hingga Tiga Hari, Bantu Warga NTT Terdampak Gempa
Septyan Mulia Rohman August 20, 2026 10:07 AM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah driver online di Batam yang tergabung dalam Sahabat Milenial Batam (SMB) menggalang dana untuk warga yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah lampu merah di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), seperti Simpang K-Square dan Gelael mereka pilih untuk lokasi penggalangan dana.

Sedikitnya 100 orang yang terbagi dalam dua lokasi tak menghiraukan terik panas matahari hingga asap kendaraan bermotor, demi meringankan beban saudara di NTT terdampak gempa.

Ketua SMB, Imron melalui Dewan Pembina SMB, Yanto mengatakan jika penggalangan dana ini dilakukan selama tiga hari kedepan, sejak Rabu (19/8/2026), mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

"Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap Saudara2 kita yg terdampak bencana alam gempa di NTT-Flores," ucapnya.

Yanto juga mengajak warga Batam untuk turut membantu warga NTT yang terdampak bencana di NTT. 

Ia juga berharap semoga NTT-Flores dapat pulih dan kembali seperti biasanya.

Sebagai informasi, wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang puluhan gempa susulan sejak Rabu malam (19/8/2026).

Hingga pagi ini, Kamis (20/8/2026), dengan kekuatan terbesar mencapai Magnitudo 5,6 dan 5,7. 

Gempa utama pagi ini berkekuatan Magnitudo 5,6 terjadi pada pukul 05.45 WIB (06.45 WITA). 

Pusat gempa berada di darat, 37 km timur laut Ruteng-Manggarai dengan kedalaman 10 km (tidak berpotensi tsunami).

Sebelum gempa M 5,6, terjadi gempa M 4,8 pada pukul 05.28 WIB. 

Pasca-gempa M 5,6, tercatat rentetan gempa lain seperti M 4,8 pada pukul 05.46 WIB dan M 3,2 pada pukul 06.07 WIB.

Guncangan dirasakan sangat kuat di Kabupaten Manggarai (skala V-VI MMI, hampir semua penduduk merasakan dan panik keluar rumah). 

Getaran juga terasa di Kabupaten Nagekeo (skala IV MMI), Manggarai Barat (skala III-IV MMI), Sikka, Kota Bima, serta Kabupaten Bima (skala III MMI).

Rentetan gempa dangkal yang terjadi saat ini merupakan aktivitas gempa susulan (aftershocks) dari aktivitas sesar naik belakang busur Flores (Flores Back-Arc Thrust). 

Menyusul gempa utama berkekuatan besar M 7,7 yang memicu tsunami pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu melansir laman BMKG. (TribunBatam.id/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.