Langkah Gus Salam Menuju Ketum PBNU Makin Kuat, Dapat Restu 3 Pesantren Besar Jatim
Dian Anditya Mutiara August 20, 2026 10:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Langkah KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menuju kontestasi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 semakin kuat.

Dukungan tersebut datang dari tiga poros pesantren besar di Jawa Timur, yakni PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, PP Lirboyo, serta PP Al-Falah Ploso Kediri.

Dukungan diperoleh Gus Salam setelah melakukan serangkaian silaturahim dengan keluarga besar dan kerabatnya di Jombang dan Kediri, Jawa Timur.

Sesepuh Bani Bishri, Nyai Hj. Muflichah Shohib, menyebut dukungan kepada Gus Salam bukan sekadar restu, melainkan amanah untuk meneruskan perjuangan pendiri NU, KH Bishri Syansuri.

“Ini bukan sekedar restu, tapi amanah. Melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri, muassis-pendiri untuk berkhidmah menjaga NU, menjaga ideologi dan tradisi, dan menjaga umat demi kemashlahatan,” kata Nyai Hj. Muflichah Shohib dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Jelang Muktamar NU, Gus Salam Temui PWNU-PCNU Sulteng, Dorong Penguatan Ekonomi Umat

Ia berpesan agar Gus Salam menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya apabila nantinya dipercaya memimpin PBNU.

“Pokoknya, jangan kecewakan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama, terutama keluarga besar Bani Bishri Syansuri. ‘Kembalikan NU ke dzurriyyah muassis’ bukan karena ekspresi emosional, tapi amanah arus bawah supaya memimpin di awal abad kedua jam’iyyah,” tambahnya.

Setelah meminta izin, restu, nasihat, dan doa dari keluarga besar Bani Bishri Syansuri, Gus Salam melanjutkan perjalanan ke PP Lirboyo, Kediri.

Bersama kakak-kakaknya, ia sowan kepada sesepuh sekaligus pengasuh PP Lirboyo, KH Anwar Manshur.

Gus Salam memiliki hubungan nasab dengan pendiri PP Lirboyo, Mbah KH Abdul Karim, dari jalur ibu.

Sementara itu, kakaknya, KH Oing Abdul Muid Shohib, merupakan salah satu pengasuh di PP Lirboyo.

Baca juga: Bertemu di Grahadi, Gus Ipul dan Khofifah Bahas Persiapan Muktamar NU 2026

Kedatangan Gus Salam diterima hangat KH Anwar Manshur yang juga menjabat Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur sekaligus Mustasyar PBNU.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam menyampaikan maksudnya sekaligus memohon izin, doa, dan restu agar ikhtiarnya memimpin PBNU mendapat rida serta tetap berada dalam arahan masyayikh NU dan pesantren.

Sowan ke PP Al-Falah Ploso

Sowan kemudian dilanjutkan ke PP Al-Falah Ploso, Kediri.

Gus Salam bersama keluarga Denanyar bersilaturahim dengan sesepuh PP Al-Falah sekaligus gurunya, KH Nurul Huda Djazuli atau Mbah Yai Da’, yang merupakan ayahanda Gus Kautsar dan salah satu Mustasyar PBNU.

Hubungan Gus Salam dengan Mbah Yai Da’ juga cukup dekat. Ia merupakan mantu keponakan Mbah Yai Da’.

Istri Gus Salam, Ning Naili Zakiyyah, adalah putri KH Ahmad Munif Djazuli yang merupakan adik kandung KH Nurul Huda Djazuli.

Gus Salam diambil menantu ketika masih menjadi santri di PP Al-Falah Ploso. Hingga kini, ia masih aktif mengikuti pengajian rutin alumni yang diasuh Mbah Yai Da’.

Baca juga: 32 PWNU Kompak Minta Muktamar NU di Jakarta

“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon izin, nasehat, restu, dan do’a para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ujar Gus Salam.

Menurut Gus Salam, sowan kepada keluarga Bani Bishri, Lirboyo, dan Al-Falah Ploso merupakan bagian dari adab yang perlu dijalankan sebelum memasuki kontestasi kepemimpinan PBNU.

Ia menilai ketiga pesantren tersebut memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah NU.

Gus Salam juga mengaku masih terus melakukan silaturahim dengan para ulama dan kiai di berbagai daerah sebelum nantinya bertemu dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia.

“NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh Ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” tegasnya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan digelar pada 27-31 Agustus 2026.

Hingga saat ini, PWNU, PCNU, dan PCI NU belum ditetapkan serta belum menerima undangan resmi sebagai peserta utusan.

Restu dari tiga poros pesantren besar di Jawa Timur tersebut membuat langkah Gus Salam untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dinilai semakin kokoh. (m27)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.