- Keraton Kaprabonan tidak hanya dikenal sebagai keraton yang memiliki bentuk sederhana, tetapi juga mempunyai peran penting dalam sejarah Kesultanan Cirebon.
Berbeda dengan keraton lainnya, Keraton Kaprabonan menjadi tempat pengukuhan bagi raja atau sultan sebelum menerima penobatan maupun gelar adat.
Sejarah tersebut bermula ketika Sultan Badrudin memisahkan diri dari Keraton Kanoman akibat perselisihan internal pada akhir abad ke-17.
Setelah berdiri sendiri, Keraton Kaprabonan lebih mengutamakan pelestarian ajaran Syekh Syarif Hidayatullah serta menjalankan fungsi sebagai pusat adat dan keagamaan.
Karena peran itulah, setiap raja yang akan menerima gelar adat harus lebih dahulu dikukuhkan di Keraton Kaprabonan.
Selain menjadi tempat pengukuhan, keraton ini juga menyimpan berbagai peninggalan bersejarah, seperti kitab-kitab ajaran Islam dan keris warisan yang dipercaya berasal dari Syekh Syarif Hidayatullah.
Di kawasan keraton masih berdiri tajug atau musala kuno yang telah digunakan sejak awal abad ke-18 dan hingga kini tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Keraton Kaprabonan juga mempertahankan tradisi Suraan yang diisi dengan pembuatan bubur sura, pencucian pusaka, dan pertunjukan wayang sebagai bentuk pelestarian budaya.
Meski tampil sederhana tanpa alun-alun maupun masjid agung, Keraton Kaprabonan tetap memiliki kedudukan penting karena menjadi bagian dari perjalanan sejarah, adat, dan legitimasi kepemimpinan Kesultanan Cirebon. (*)
Program: Local Experience
Editor Video: Magang/Chrysilla Cindy Aurellia
#KeratonKaprabonan #KeratonCirebon #KesultananCirebon #SejarahCirebon #BudayaCirebon #KeratonIndonesia #RajaCirebon #SyekhSyarifHidayatullah #TradisiSuraan #WisataSejarah #WisataBudaya #SejarahIndonesia #BudayaIndonesia #LocalExperience #ExploreCirebon #HeritageIndonesia #KeratonNusantara #FaktaSejarah #CagarBudaya #IndonesiaBerbudaya #foryou