Muktamar ke-35 NU, Pengusaha Konveksi Jombang Banjir Rezeki, Omzet Capai Ratusan Juta Rupiah
Januar August 20, 2026 01:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo.

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Riuh persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai terasa di berbagai sudut Kabupaten Jombang.

Di tengah kesibukan menyambut ribuan peserta dan penggembira, suara mesin produksi juga tak henti terdengar dari sebuah usaha konveksi milik Ahmad Arif Alwan (31), warga Perum Denanyar Indah, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Di tempat itu, tumpukan kain, kaos, tas, handuk, dan jersey silih berganti masuk ke meja produksi. Sebagian sudah selesai dikerjakan, lainnya masih menunggu proses sablon, jahit, hingga pengepakan.

Bagi Alwan, kesibukan tersebut menjadi pemandangan berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Sejak Muktamar ke-35 NU semakin dekat, pesanan merchandise bertema muktamar berdatangan hampir tanpa jeda.

"Alhamdulillah, menjelang Muktamar ke-35 NU ini pesanan meningkat cukup signifikan. Omzetnya bisa mencapai sekitar Rp150 juta," ucap Alwan, kepada Tribunjatim.com, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: Pemkab Jombang Ubah Perbup demi Muktamar ke-35 NU, Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Muktamirin

Usaha yang dirintisnya sejak 2016 itu mendadak memasuki masa paling sibuk. Aktivitas produksi bahkan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Sebanyak 11 pekerja kini ikut berjibaku menyelesaikan pesanan. Mereka mengerjakan beragam produk, mulai kaos, tas, handuk, hingga jersey yang dipesan untuk kebutuhan peserta, maupun masyarakat yang ingin memiliki buah tangan dari perhelatan akbar NU di Jombang.

2.000 Kaos Sebelum Muktamar Dimulai

Salah satu produk yang paling banyak dipesan adalah kaos. Hingga Rabu (19/8/2026), Alwan menyebut sekitar 2.000 kaos bertema Muktamar ke-35 NU telah diproduksi.

Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena pelaksanaan muktamar baru akan berlangsung beberapa hari lagi.

"Kalau dibandingkan hari biasa, omzet sekarang bisa naik sekitar tiga kali lipat. Momentum Muktamar ini sudah cetak 2 ribu kaos. Padahal Muktamar masih satu pekan lagi," katanya melanjutkan.

Harga produk yang dikerjakan Alwan relatif beragam. Kaos dipasarkan sekitar Rp70 ribu per potong. Sedangkan produk lainnya berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp120 ribu, menyesuaikan jenis dan spesifikasi pesanan.

Lonjakan permintaan membuat rutinitas produksi berubah. Jika sebelumnya pekerjaan dapat dilakukan dengan ritme yang lebih longgar, kini setiap pesanan harus dikejar agar selesai tepat waktu.

Di balik angka omzet tersebut, ada tenaga 11 pekerja yang ikut bertambah sibuk. Setiap lembar kain dan setiap kaos yang keluar dari tempat produksi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang bergerak mengikuti denyut Muktamar ke-35 NU.

Berkah dari Perhelatan Akbar

Alwan bukan pemain baru di dunia konveksi. Hampir satu dekade ia membangun usahanya secara bertahap sejak 2016. Namun, Muktamar ke-35 NU memberikan momentum yang berbeda.

Perhelatan organisasi Islam terbesar itu tidak hanya menghadirkan peserta dan penggembira dari berbagai daerah ke Jombang. Kebutuhan terhadap berbagai produk pendukung juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Bagi Alwan, kesempatan tersebut terasa semakin istimewa karena ia merupakan alumni santri Tambakberas.

Ada kebanggaan tersendiri ketika usaha yang dibangunnya ikut mengambil bagian dalam menyambut agenda besar, yang digelar di lingkungan pesantren tempat ia pernah menimba ilmu.

"Alhamdulillah, sebagai alumni santri Tambakberas kami ikut bangga. Semoga muktamar berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang terbaik," tuturnya.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan Muktamar ke-35 NU, kisah Alwan menjadi gambaran kecil tentang dampak ekonomi sebuah perhelatan besar.

Ketika ribuan orang bersiap datang ke Jombang, ada tangan-tangan lain yang bekerja di balik layar. Ada penjahit yang mengejar target, pekerja yang menata pesanan, mesin yang terus berputar, hingga paket-paket merchandise yang dikirim kepada pemesan.

Muktamar belum dimulai, tetapi berkahnya telah lebih dulu terasa.

Bagi Alwan dan 11 pekerjanya, berkah itu hadir dalam bentuk sederhana: pesanan yang terus mengalir dan kesempatan untuk membuat usaha kecil mereka kembali bergeliat.

Dan dari sebuah tempat produksi di sudut Jombang, denyut Muktamar ke-35 NU terasa bukan hanya sebagai agenda organisasi, melainkan juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. 

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.