Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Warga di kawasan perbatasan RT 7 Ketapang Besar, RT 7 Pasar Bawah, RT 5 Pasar Bawah dan RT 8 Ketapang Besar, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengeluhkan banjir yang kerap terjadi saat hujan turun.
Pantauan TribunBengkulu.com, Kamis (20/8/2026), genangan air terlihat di sejumlah rumah warga. Kondisi tersebut terjadi meski sebagian besar jalan di kawasan itu telah dibeton.
Selain itu, sejumlah siring atau drainase di depan rumah warga juga telah ditutup menggunakan beton. Kondisi ini justru dikeluhkan warga karena menyulitkan mereka membersihkan sampah yang menyumbat aliran air.
Warga mengungkapkan, hujan dengan durasi singkat saja kini dapat menyebabkan air menggenangi rumah mereka.
Salah seorang warga, Murni, mengaku rumahnya menjadi salah satu yang terdampak banjir. Menurutnya, kondisi tersebut semakin sering terjadi setelah pembangunan dan penutupan siring menggunakan beton.
Murni mengatakan, sebelum siring ditutup beton, banjir biasanya baru terjadi setelah hujan turun cukup lama. Namun, saat ini hujan sekitar satu jam saja sudah dapat menyebabkan air menggenangi kawasan permukiman.
“Kami senang jalan ini dibangun. Tapi menurut kami, siring yang ditutup beton itu kurang bagus karena kalau ada sampah di dalam siring, kami tidak bisa membersihkannya,” ujar Murni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (20/8/2026).
Ia berharap kondisi drainase dapat kembali diperhatikan agar aliran air tidak terhambat dan genangan tidak terus terjadi setiap hujan.
Siring di Depan Rumah Warga Tergenang Berbulan-bulan
Terpisah, Pura Gunawan, warga yang rumahnya berada di kawasan tersebut, juga mengeluhkan kondisi siring di depan rumahnya.
Menurut Pura, air tidak hanya menggenangi jalan ketika hujan, tetapi juga dapat bertahan di dalam siring hingga berbulan-bulan karena tidak mengalir dengan baik.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat sampah dan endapan menumpuk sehingga menghambat aliran air di dalam siring.
Warga Soroti Pembangunan Drainase
Pura menduga genangan terjadi akibat pembangunan drainase yang dinilai belum sesuai spesifikasi. Menurutnya, persoalan tersebut menyebabkan air tergenang hingga sepanjang sekitar 300 meter.
Selain persoalan drainase, ia juga menyebut sampah yang dibuang oleh sebagian warga dari lingkungan sekitar dapat terbawa dan menumpuk di siring kawasan mereka.
“Air yang tergenang ini bukan hanya ketika hujan. Di siring depan rumah saya bisa sampai berbulan-bulan tidak mengalir. Sampah juga menumpuk sehingga air tidak bisa lewat,” ungkap Purna.
Sudah Dua Tahun Dikeluhkan Warga
Pura mengatakan, persoalan genangan air tersebut telah terjadi sekitar dua tahun terakhir. Ia mengaku warga sudah menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang diharapkan.
“Kami masyarakat RT 7 Ketapang Besar sudah lama menghadapi persoalan ini. Kami tidak menyalahkan siapa-siapa, kami hanya berharap ada tanggapan dari pemerintah dan ada solusi untuk mengatasinya,” katanya.
Warga Usulkan Penutup Siring Dibongkar
Menurut Pura, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah membongkar bagian penutup siring yang dinilai menghambat proses pembersihan.
Ia menyebut penutup siring sepanjang sekitar 20 meter tersebut perlu dibuka agar warga dapat membersihkan sampah dan endapan yang menumpuk di dalam drainase.
“Menurut kami, solusinya salah satunya penutup siring sepanjang sekitar 20 meter itu segera dibongkar. Dengan begitu, siring bisa dibersihkan dan aliran air bisa kembali lancar,” ujarnya.
Genangan Dikhawatirkan Jadi Sarang Nyamuk
Pura menambahkan, meski rumahnya tidak selalu terdampak banjir, genangan air yang bertahan lama di dalam siring tetap menjadi persoalan bagi warga.
Ia khawatir air yang tidak mengalir selama berbulan-bulan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
“Kalau rumah saya memang tidak banjir, hanya siring di depan rumah yang tergenang. Tapi kalau sampai berbulan-bulan tidak mengalir, ini bisa menjadi sumber penyakit karena menjadi sarang nyamuk,” pungkasnya.
Warga berharap pemerintah dapat segera meninjau kondisi drainase di kawasan tersebut dan mencari solusi agar aliran air kembali lancar, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.