Komisaris Utama Garudafood Sudhamek AWS Beli 6,79 Juta Saham GOOD
Agustina Melani August 20, 2026 04:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), Sudhamek Agoeng Waspodo S (Sudhamek AWS)  membeli saham GOOD pada 13 Agustus 2026. Tujuan transaksi pembelian saham GOOD ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026), Komisaris Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), Sudhamek Agoeng Waspodo S membeli 6.792.536 saham GOOD dengan harga Rp 400 per saham pada 13 Agustus 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham GOOD itu sekitar Rp 2,71 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham GOOD, Sudhamek Agoeng Waspodo memiliki 3.266.574.497 saham GOOD atau setara 8,85%. Sebelumnya, ia memiliki 3.259.781.961 saham GOOD atau setara 8,83%.

Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan, Sudhamek sebagai pengendali dan akan mempertahankan pengendalian.

Berdasarkan data RTI, pada pantauan pukul 14.15 WIB, harga saham GOOD stagnan di Rp 308 per saham. Harga saham GOOD dibuka turun empat poin menjadi Rp 304 per saham. Saham GOOD berada di level tertinggi Rp 308 dan terendah Rp 304 per saham. Total frekuensi perdagangan 62 kali dengan volume perdagangan saham 1.501 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 46,2 juta.

Kinerja Semester I 2026

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector
Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatat kinerja keuangan positif hingga semester I 2026. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan dan laba hingga Juni 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (9/8/2026), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk meraup penjualan bersih Rp 7,26 triliun. Penjualan perseroan naik 20,22% menjadi Rp 7,26 triliun hingga semester I 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat penjualan bersih Rp 6,04 triliun.

Beban pokok penjualan bertambah 22,28% menjadi Rp 5,35 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,37 triliun. Seiring hal itu, laba kotor perseroan naik 14,94% menjadi Rp 1,91 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,66 triliun.

Beban penjualan naik 23,65% menjadi Rp 1,08 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 877,26 miliar. Beban umum dan administrasi naik 1,28% menjadi Rp 376,82 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 372,04 miliar. Perseroan mencatat penghasilan keuangan naik 13,20% dari Rp 22,80 miliar hingga Juni 2025 menjadi Rp 25,81 miliar hingga Juni 2026.

 

 

Aset Perseroan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Laba periode berjalan naik 6,5% menjadi Rp 309,28 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 290,33 miliar.

Perseroan mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas indik bertambah 4,92% menjadi Rp 270,38 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 257,69 miliar.

Laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 7,33 hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,99.

Perseroan mencatat ekuitas turun menjadi Rp 4,31 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,36 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 5,07 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,97 triliun.Aset naik menjadi Rp 9,38 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 9,33 triliun. Perseroan kantongi kas dan setaras sebesar Rp 912,62 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,14 triliun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.