SURYA.CO.ID SURABAYA - Tim tanggap darurat Garda Ksatria Airlangga Universitas Airlangga bersama tenaga medis lainnya bergerak membantu korban gempa Nusa Tenggara Timur dengan melakukan operasi di Rumah Sakit Ruteng.
Ruang operasi darurat di Rumah Sakit Ruteng, NTT, menjadi tempat tim gabungan bekerja menangani korban gempa. Pada Rabu (19/8/2026), dokter dari Unair, RSUD Dr Soetomo, PABOI, dan Perdatin berhasil melakukan sejumlah tindakan operasi.
Salah satu dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Orthopedi, dr Albertus Maria Henry Santoso, mengatakan timnya berhasil melakukan operasi terhadap empat pasien orthopaedi.
Baca juga: UNAIR Gercep, Kirim Tim Aju Tanggap Darurat Gempa ke NTT Fokus Penanganan di Fase Akut
"Bersyukur kami bisa membantu operasi beberapa korban," kata dr Albertus.
Operasi yang dilakukan meliputi penanganan pasien patah tulang pada bagian kaki, termasuk tindakan perbaikan maupun pemasangan pen.
Menurut dr Albertus, tim Garda Unair kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk memperluas dukungan penanganan korban gempa.
Tim pertama bertugas di RSUD Ruteng, sedangkan tim kedua membantu persiapan rumah sakit lapangan di daerah Golo Duka.
Tim tersebut dilepas oleh Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, menuju NTT pada Senin (19/8/2026) untuk membantu penanganan korban gempa.
Dekan FK Unair, Prof Dr dr Eighty Mardian Kurniawati, mengatakan FK Unair memang mengirimkan dokter orthopedi untuk membantu penanganan korban gempa di NTT.
Baca juga: Pakar ITS Imbau Warga Flores Waspadai Gempa Susulan hingga Dua Pekan
“Sehingga para dokter itu hanya melakukan penanganan korban yang mengalami masalah dengan tulang. Dan korban gempa itu kebanyakan memang mengalami masalah dengan tulang akibat terkena runtuhan bangunan atau lainnya,” katanya.
Penanganan tersebut menjadi bagian dari dukungan tim medis Unair bagi korban yang mengalami cedera tulang akibat gempa, termasuk pasien yang membutuhkan tindakan operasi.
Prof Eighty mengatakan FK Unair siap kembali mengirimkan dokter orthopedi apabila tenaga spesialis tersebut masih banyak dibutuhkan untuk menangani korban gempa di NTT.