Ukraina Dihantam Rudal Rusia: 12 Orang Tewas, Sistem Patriot Kehabisan Amunisi
Darwin Sijabat August 20, 2026 05:04 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Gelombang teror udara Rusia kembali meluluhlantakkan ibu kota Ukraina.  

Sedikitnya 12 orang tewas dan 33 lainnya luka-luka setelah tentara Rusia meluncurkan rentetan serangan rudal balistik ke Kyiv pada Kamis (20/8/2026) dini hari. 

Pihak berwenang setempat melaporkan dentuman ledakan dahsyat mengguncang berbagai penjuru Kyiv sepanjang malam, memicu alarm peringatan serangan udara yang terus membahana hingga Kamis pagi. 

Dinas Layanan Darurat Ukraina mengonfirmasi bahwa gempuran rudal menyasar 12 titik lokasi yang tersebar di tiga distrik utama, yaitu Darnytskyi, Sviatoshynskyi, dan Solomianskyi.  

Hantaman rudal memicu kerusakan berat pada kawasan pemukiman, fasilitas medis, hingga gedung institusi pendidikan. 

Kerusakan paling parah dilaporkan melanda Distrik Solomianskyi.  

Ledakan meremukkan dua lantai teratas sebuah gedung apartemen sembilan lantai hingga rata dengan tanah serta memicu kobaran api di beberapa lantai di bawahnya. 

Tim penyelamat mengerahkan peralatan berat untuk mengevaluasi warga yang terjebak di bawah puing reruntuhan, termasuk menyisir dua bangunan kediaman dan area perlindungan bawah tanah di sebuah sekolah. 

Langka Amunisi dan Balasan Jarak Jauh 

Eskalasi serangan terbaru ini menggarisbawahi perubahan taktik Moskow yang kian intensif mengandalkan rudal balistik.  

Pergeseran taktik ini menjadi ujian berat bagi Ukraina lantaran mulai kehabisan stok rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat. 

Sistem Patriot merupakan benteng utama yang dimiliki Kyiv untuk mematahkan laju rudal balistik.  

Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Drone Hantam Kapal Turki di Laut Hitam: 3 ABK Luka

Baca juga: Cerita Pilu Korban Gempa M 7,7 Flores NTT: Pengungsi Kelaparan, Hanya Makan Jagung

Keterbatasan amunisi pasokan Barat tersebut secara terbuka dikeluhkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang berulang kali mendesak sekutu Barat untuk mempercepat pengiriman bantuan rudal pencegat. 

Kelangkaan amunisi ini sebelumnya telah memicu Tragedi Agustus awal bulan lalu, ketika serangan udara Rusia selama dua jam menewaskan 17 warga dan melukai puluhan lainnya di sekitar Kyiv.  

Zelenskyy menegaskan minimnya stok pencegat balistik membuat benteng pertahanan udara Ukraina kian kewalahan menahan gelombang bombardir musuh. 

Di sisi lain, Ukraina terus melancarkan aksi balasan dengan memperluas jangkauan serangan jarak jauh ke dalam wilayah kedaulatan Rusia.  

Pasukan Kyiv membidik depot amunisi, basis militer, dan infrastruktur logistik strategis yang jauh dari garis depan demi melumpuhkan kapasitas tempur Rusia. 

Dua negara ini terlibat aksi saling gempur yang kian sengit seiring perang yang kini resmi memasuki tahun kelima sejak invasi penuh Rusia diluncurkan pada Februari 2022 lalu.

 

 

 

Baca juga: Cara Mengajukan Perubahan Data Desil Kemensos

Baca juga: Ancaman Pembatasan Pertalite Bagi Kelas Menengah, Ekonom Singgung Daya Beli

Baca juga: Dampingi Jamnas XII Cibubur, Bupati Fadhil Arief Minta Kontingen Batang Hari Jaga Kesehatan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.