Aktivis Tegur Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Menjelang Pemilihan Ketua KONI Papua Barat
Hans Arnold Kapisa August 20, 2026 05:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Proses pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat mendapat sorotan tajam dari kalangan pemuda dan insan olahraga.

Thomas Sanadi, aktivis muda Papua Barat, menyampaikan kritik keras terhadap dugaan penyalahgunaan jabatan oleh sejumlah oknum pejabat dalam dinamika pencalonan.

Menurut Thomas, pihaknya menerima banyak laporan adanya ancaman dan tekanan terhadap cabang olahraga (cabor), khususnya yang dipimpin oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Para ketua cabor diduga diintimidasi dengan ancaman mutasi apabila tidak memberikan dukungan kepada figur tertentu," terang Sanadi dalam keterangan pers kepada media di Manokwari, Kamis (20/8/2026).

Dalam pernyataannya, Thomas menegaskan beberapa poin penting yang mendesak Gubernur Papua Barat segera menegur dan mengevaluasi oknum yang diduga menyalahgunakan jabatan.

Baca juga: Djoni Saiba: Pemprov Geser Rp600 Juta untuk Musorprov KONI Papua Barat 

"Kami harap kontestasi [Ketua KONI] harus berlangsung secara bermartabat demi kemajuan olahraga, bukan dengan intimidasi," ujarnya.

Ia juga mendorong adanya figur adil. "Kami mengingatkan bahwa pemimpin KONI harus berjiwa besar, adil, dan melayani, bukan menekan cabor demi kepentingan pribadi," tegasnya.

Thomas Sanadi dengan tegas menyatakan kesiapan aksi damai di Kantor Gubernur Papua Barat pada 25 Agustus 2026.

"Bahkan kami siap menduduki kantor Gubernur hingga tuntutan kami dipenuhi," tukasnya.

Thomas menutup pernyataannya dengan ajakan moral agar dunia olahraga Papua Barat tidak dijadikan arena kekuasaan.

“Olahraga adalah rumah persaudaraan, bukan arena paksaan. Jangan biarkan olahraga Papua Barat dirusak oleh kepentingan sempit,” tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.