Bandung Marketing Week 2026 Corporate Day Hadirkan Ratusan Pelaku Industri dan Pemerintahan
bisnistribunjabar August 20, 2026 07:30 PM

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Bandung Marketing Week (BMW) 2026 memasuki hari kedua melalui rangkaian Corporate Day yang digelar di Holiday Inn Pasteur, Bandung, Kamis (20/8). 

Mengusung tema “Winning the Competition in the Age of AI”, kegiatan ini mempertemukan ratusan pelaku industri, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas pemasaran untuk membahas strategi menghadapi persaingan bisnis di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Salah satu sorotan utama Corporate Day adalah sesi “Duo Great Marketeers of Bandung” yang menghadirkan pakar pemasaran nasional Hermawan Kartajaya bersama Wali Kota Bandung M. Farhan dan CEO Kartika Sari, Andrew Purnomo. Sesi ini membahas strategi membangun citra, mengembangkan potensi ekonomi, serta memperkuat daya saing Kota Bandung di tengah persaingan yang semakin dinamis.

Dalam sesi tersebut, Hermawan menekankan pentingnya diferensiasi yang jelas agar merek dapat memiliki posisi yang kuat di tengah persaingan.

“Produk yang terbaik saja tidak cukup jika tidak memiliki diferensiasi yang jelas dari kompetitor. Karena itu, brand perlu memiliki positioning yang kuat agar konsumen memahami keunggulan dan alasan untuk memilihnya,” ujar Hermawan.

Ia mencontohkan MarkPlus yang telah bertahan selama 36 tahun dengan konsisten menerapkan prinsip pemasaran dan positioning, baik dalam membangun perusahaan maupun memberikan strategi kepada para klien.

Sementara itu, rangkaian Corporate Day dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Iwan Setiawan, Group COO MCorp, yang mengangkat tema “Winning the Competition in the Age of AI”, serta Keynote Speech oleh Dra. Nani Hayani Adam, M.Si., Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam paparannya, Iwan menyoroti perkembangan AI sebagai bagian dari evolusi teknologi yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, manusia terus beradaptasi dengan berbagai perubahan teknologi, termasuk kehadiran AI yang kini semakin terintegrasi dalam pekerjaan.

AI, lanjutnya, dapat dimanfaatkan secara tepat untuk membantu proses analisis dan mendukung pengambilan keputusan strategis.

“Salah satu peran AI yang baik adalah membantu analisis dan menemukan pola karena AI bekerja secara lebih terstruktur dengan algoritma. Namun, tugas yang diberikan harus jelas, detail, dan deskriptif,” jelas Iwan.

Sementara itu, dalam Keynote Speech-nya, Dra. Nani Hayani Adam, M.Si., menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat daya saing Jawa Barat.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan AI perlu diiringi dengan kemampuan beradaptasi, inovasi, serta sinergi lintas sektor agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu agenda penting dalam Corporate Day adalah pemberian penghargaan Industry Marketing Champion West Java 2026 kepada sepuluh pemenang Indonesia Marketing Champio. Penghargaan juga diberikan melalui Public Service Award West Java 2026 kepada 12 dinas dan 11 Polres di Jawa Barat atas kinerja pelayanan publik terbaik.

Sementara itu, Entrepreneurial Marketing 2026 diberikan kepada lima kampus dan sepuluh korporasi terbaik. Penghargaan lainnya, SSPOTY Award 2026, diberikan kepada Pertamina, Alkindo, Primacom, dan Bank BJB.

Sepanjang Corporate Day, peserta mengikuti berbagai sesi yang menghadirkan perspektif dari perusahaan dan institusi lintas sektor.

Sesi tersebut antara lain “Smart Investment for an AI-Driven Future” oleh Agus Indrayatna, Assistant Manager Promotion Kota Baru Parahyangan; “Transaksi Digital Cerdas: Memahami QRIS dan Perlindungan Konsumen” oleh Retno Purwantie, Junior Analyst pada Payment System Policy Implementation Unit, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat; serta “Unlocking Market Through AI” oleh Oki Jatmiko, Vice President of Asset Partnership and Existing Commercial Development PT Kereta Api Indonesia (Persero), yang mewakili Space by KAI.

Sejumlah sesi lainnya menghadirkan para praktisi dari berbagai sektor, di antaranya Indra Pratama Wicaksono, Campaign, Experience and CRM Manager Paskal 23; Jupaka, Serialpreneur dari Birth Beyond, Kick Avenue, UNERD, dan PreppStudio; Setyo Hariyanto, Manajer Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar; Dr. Irwan Triherda Permana, ST, MM, Assistant Vice President bjb University; Dhea Febrina, Founder Klab Serru!, dalam Diplomat Success Challenge Session 17; Ingram Lumanta, Associate Vice President Marketing & Sales Primacom Interbuana; Harris Naga Putra, Country Growth Director Insider One; Bayu Herdian, Non Branch Customer Business Development Officer Bank Syariah Indonesia; Ratri Adityarani, Corporate Secretary & Compliance PT Alkindo Naratama Tbk; Inez Paramaswasti, Head of Operation ZAP Clinic; serta Hafizh Akmal, CEO GITS.ID.

Rangkaian Corporate Day kemudian memasuki sesi “Duo Great Marketeers of Bandung” yang menghadirkan pakar pemasaran nasional Hermawan Kartajaya bersama Wali Kota Bandung M. Farhan dan CEO Kartika Sari, Andrew Purnomo. Ketiganya membahas strategi membangun citra, mengembangkan potensi ekonomi, serta memperkuat daya saing Kota Bandung di tengah persaingan yang semakin dinamis.

Wali Kota Bandung M. Farhan kemudian membagikan pengalaman keberhasilan sebuah inisiatif ekonomi kreatif di Jawa Barat sebagai contoh bagaimana strategi berbasis pengalaman pengunjung dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

“Hasilnya luar biasa. Dari tanggal 3 sampai 9 Agustus, sehari bisa didatangi 3.000 pengunjung, dengan total lebih dari 22.000 pengunjung selama acara. Sebanyak 7.634 kantong terjual, termasuk 19 ton teh. Padahal tempatnya sederhana, tanpa AC, dengan pencahayaan seadanya jauh berbeda dari venue mewah seperti Hotel Mason Pine.

Tapi justru di situ terbukti, kalau tempatnya nyaman, hasilnya bisa jauh lebih besar,” ujar Farhan, mencontohkan penyelenggaraan Big Bad Wolf Book Sale di Kota Baru Parahyangan (KBP).

Farhan juga menyoroti geliat sektor kuliner Bandung yang terus diminati wisatawan dan menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui inovasi dan pengalaman yang relevan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Sesi kemudian ditutup dengan refleksi bertema “Winning the Competition in the Age of AI” oleh Iwan Setiawan.

Noraebang Night Tutup Hari Kedua BMW 2026

Sebagai penutup hari kedua BMW 2026, rangkaian Corporate Day dilanjutkan dengan “Noraebang Night” yang berlangsung pukul 18.30–21.00 WIB dan diikuti sekitar 200 peserta terdaftar.

Malam tersebut diisi dengan kompetisi Random Play Dance, pemberian penghargaan Best Outfit, serta sesi karaoke bersama DJ. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian hari kedua dalam suasana yang lebih santai setelah peserta mengikuti berbagai diskusi, penghargaan, dan sesi strategis sepanjang hari.

Bandung Marketing Week 2026 selanjutnya akan melanjutkan rangkaiannya pada hari ketiga melalui Knowledge Day, yang menghadirkan sesi pembelajaran dan diskusi bagi para peserta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.