Tokoh dan Ormas Bener Meriah Kecam Kericuhan yang Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21
Mawaddatul Husna August 20, 2026 08:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang digelar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), diwarnai kericuhan. 

Insiden yang diwarnai pengibaran bendera Bintang Bulan serta pengrusakan lambang negara tersebut menuai kecaman keras dari berbagai pihak di Kabupaten Bener Meriah.

​Ketua Organisasi Pembela Tanah Air (PETA) Kabupaten Bener Meriah, Said Abdullah, menjelaskan bahwa ketegangan bermula saat muncul aksi pengibaran bendera Bintang Bulan ditengah rangkaian acara. 

Aksi tersebut memicu dinamika dengan aparat keamanan hingga berlanjut pada penurunan bendera Merah Putih, pengrusakan lambang negara Burung Garuda, serta pembakaran simbol negara oleh kelompok massa.

​"Kami selaku ormas di Kabupaten Bener Meriah mendukung penuh TNI-Polri untuk menindak tegas pelaku yang telah merusak dan mencederai kehormatan negara.

Perdamaian Helsinki yang telah berlangsung selama 21 tahun ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh. Jangan noda kedamaian ini dengan kerusuhan," ujar Said, Kamis (20/8/2026).

​Dandim 0119/Bener Meriah, Letkol Arh Febry Adyanto, menegaskan bahwa perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan NKRI merupakan buah dari pengorbanan panjang seluruh pihak. 

Ia mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

​"Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

Jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan perekonomian masyarakat Aceh seperti masa lalu," kata Febry saat dikonfirmasi media melalui pesan singkat.

Tidak Ada Perintah dari Ketua Pusat KPA

​Kecaman senada disampaikan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Dua, Elvisyahrin alias Munthe. 

Ia menyayangkan aksi penurunan bendera dan pengrusakan simbol negara tersebut serta menegaskan bahwa tindakan itu di luar instruksi kepemimpinan pusat.

​"Kami sangat kecewa atas kejadian di Banda Aceh.

Penurunan Merah Putih dan pengrusakan lambang negara dapat merusak perdamaian yang telah terbina selama 21 tahun. 

Tidak ada perintah dari Ketua Pusat KPA, Muzakir Manaf, terkait aksi tersebut," tegasnya.

​Dukungan terhadap penegakan hukum juga datang dari Ketua Perkab Kabupaten Bener Meriah, Muhammad Salim. 

Ia meminta aparat bergerak cepat mengusut tuntas para pelaku kerusuhan agar situasi di Aceh tetap kondusif.

​"Saya mengecam keras aksi kerusuhan pada HUT Damai Aceh di Masjid Raya. Kami berharap aparat segera menindak tegas para pelaku agar Aceh tetap damai dan kondusif," pungkas Salim. (*)

Baca juga: Sempat Turun, Harga Emas Murni dan London di Bener Meriah Naik Lagi Hari Ini

Baca juga: Penurunan Bendera Raksasa di Gunung Lut Kucak Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI di Bener Meriah  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.