Ratusan Siswa SD dan SMP di Minahasa Ikut Lomba Tata Upacara Bendera
Ventrico Nonutu August 20, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tondano - Ratusan siswa Sekolah Dasar dan SMP di Minahasa ikut lomba tata upacara bendera se-Kabupaten Minahasa.

Lomba tersebut digelar di SMP Negeri 1 Tondano, Kelurahan Liningaan, Tondano Timur, Minahasa, sejak 19 hingga 21 Agustus 2026.

Total ada 21 SD dan 11 SMP yang ikut dalam lomba tersebut.

"Satu kecamatan satu perwakilan sekolah, kecuali di Tondano Raya bisa lebih," ujar Hengkie Kojongian Ketua Panitia, Kamis 20 Agustus 2026.

Ia mengatakan, lomba digelar selama tiga hari dan sudah dimulai pada Rabu 19 Agustus 2026 kemarin.

Penilaian dilakukan dari purna Paskibraka Minahasa, TNI, dan Polisi.

Menjadi penilaian adalah tahapan upacara bendera.

"Mereka kan sering diutus sampai tingkat nasional, jadi wajib untuk mengikuti perlombaan," katanya.

Ada aturan baku yang sudah dikirim ke sekolah sebelum perlombaan, agar bisa dipelajari.

Aturan upacara yang diikuti sesuai UU 24 tahun 2009 tentang bendera lagu kebangsaan dan upacara.

"Kita pengumuman besok, ada tiga dari SD dan tiga dari SMP," katanya.

Para siswa melakukan simulasi upacara bendera dan memainkan peran masing-masing.

Ada peserta upacara, ketua kelompok, pemimpin upacara, pengibar bendera, hingga pembina upacara.

Kebanyakan sekolah yang ikut hanya melakukan persiapan cukup singkat.

SDN 1 Tanawangko misalnya, mereka hanya berlatih tiga hari saja, lantaran bertabrakan dengan HUT ke-81 RI, dan beberapa lomba lainnya.

"Kita latihan cukup singkat, mengikuti tata aturan upacara yang berlaku," ujar Rolland Adam pelatih.

Sementara itu SD GMIM Tumaratas Langowan Barat juga melakukan latihan hanya beberapa hati saja selepas HUT RI.

Mereka melibatkan 36 siswa dalam lomba tersebut.

"Ini menjadi kebanggaan bisa dikut diutus dari kecamatan, dan latihannya juga cukup singkat, sebab para siswa itu drum band pada Jumat," jelas Aneke Kumolontang Kepsek.

Ia mengatakan, para siswa dilatih sesuai dengan proposal dari Dinas Pendidikan.

"Puji Tuhan tidak ada kesalahan tadi," jelasnya.

Lomba ini menurutnya besar manfaat untuk siswa, juga sangat besar manfaatnya untuk guru.

"Sebab selama ini jarang dilakukan upacara di sekolah," kata dia.

Landy Wongkar Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Minahasa menjelaskan, lomba tersebut digelar untuk memberikan semangat kepada sekolah dan para siswa sekolah.

"Kita mengingatkan kembali sekolah untuk melaksanakan upacara yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya. 

(TribunManado.co.id/Amg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.