Sikap Terakhir Seorang Pelajar SMP Sebelum Tenggelam di Aliran Sungai Desa Pamarangan Kanan Tabalong
Edi Nugroho August 20, 2026 10:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sikap terakhir seorang pelajar SMP sebelum tenggelam di Aliran Sungai Desa Pamarangan Kanan Tabalong

Tenggelamnya seorang remaja di aliran sungai Desa Pamarangan Kanan RT 03, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, membuat geger, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.45 Wita.

Korban tenggelam yang sebabkan nyawanya  tak tertolong lagi ini adalah Rabani Akbar (15), warga Desa Mangkusip RT 01, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Peristiwa ini langsung direspons Polsek Tanta dengan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan lokasi dan sekitar TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, 150 Warga Basirih Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Baca juga: Diduga Duel di Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Seorang Pemuda Dilarikan ke IGD RS Ratu Zalecha

Dari keterangan sejumlah saksi diketahui, korban yang masih berstatus sebagai pelajar SMP ini datang ke tempat kejadian bersama 11 kawannya setelah pulang dari sekolah sekitar pukul 12.20 Wita.

Mereka mendatangi sungai di Desa Pamarangan Kanan ini dengan rencana untuk mandi dan berenang.

Sebelum berangkat, korban sempat dilarang ikut oleh beberapa kawannya lantaran diketahui tidak dapat berenang.

Namun korban tetap ikut bersama kawan-kawannya pergi ke sungai di Desa Pamarangan Kanan.

Setibanya di lokasi, ada salah seorang di antara mereka yang terlebih dahulu terjun ke sungai untuk berenang. Tidak lama kemudian korban ikut terjun ke sungai.

Setelah itu beberapa kawannya yang masih berada di pinggir sungai melihat korban mengangkat kedua tangannya sambil berteriak. 

Tidak lama berselang, posisi korban terlihat dalam keadaan kepala berada di bawah permukaan air dan punggung berada di atas permukaan air.

Melihat kejadian tersebut, kawan-kawan korban langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. 

Salah seorang warga, Tapah, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian kemudian segera turun ke sungai untuk memberikan pertolongan kepada korban.

Setelah dilakukan upaya pertolongan, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Polsek Tanta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya korban yang nyawanya sudah tak tertolong lag dievakuasi menggunakan ambulan ke Puskesmas Tanta untuk menjalani pemeriksaan luar.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo menjelaskan, korban merupakan siswa SMPN 1 Tanta, Kabupaten Tabalong.

"Pihak keluarga korban telah mengetahui kejadian tersebut dan korban selanjutnya telah menjalani pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Tanta," katanya.

Terhadap kejadian ini pihak keluarga telah menerima dan menyatakan penolakan terhadap tindakan autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan autopsi.

Pihaknya pun mengimbau para orang tua dan masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, agar tidak melakukan aktivitas berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.

Terlebih bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang, guna mencegah terjadinya kecelakaan dan korban jiwa.

Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama pada Orang Tenggelam

Tenggelam merupakan salah satu risiko yang bisa terjadi saat bermain air. Baik itu di kolam renang, pantai, embung dan di sungai.

Meski sudah pandai berenang, tetap saja harus berhati-hati saat bermain air.

Selain tenggelam ada risiko kecelakaan lain yang bisa terjadi saat bermain air, seperti kram, kelelahan hingga terbentur.

Jika mengetahui seseorang tenggelam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar bisa memberikan pertolongan pertama.
 
Pertolongan pertama pada orang tenggelam

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Agung Wijaya menjelaskan, seseorang sangat perlu mengetahui langkah-langkah awal pertolongan untuk orang awam tanpa kemampuan kemahiran apabila menemukan korban tenggelam.

Berikut penjelasan dari Dosen UM Surabaya untuk memberi pertolongan pertama bagi korban tenggelam:

1. Hindari kondisi Panic Attack

Menurut Agung, hal ini akan membuat tidak tenang dan dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang tidak tepat.

Contohnya langsung berusaha menolong korban dengan menceburkan diri ke air tanpa tahu kapasitas diri, atau kondisi aliran air yang dapat berisiko untuk diri sendiri dan menjadi korban selanjutnya.

"Lakukan mencari pertolongan kepada orang lain dengan cara berteriak, meminta tolong orang sekitar, dan dilanjutkan meminta bantuan untuk menghubungi pihak berwenang seperti SAR, ambulance, atau Polisi," kata Agung seperti dikutip dari laman UM Surabaya, Sabtu (4/6/2022).

2. Mencari alat bantu

Alat bantu yang digunakan untuk membantu korban tenggelam bertujuan agar dapat menarik korban ke pinggiran. Bisa menggunakan gala, bambu, tali, ataupun pelampung.

Agung menerangkan, apabila korban dapat terpinggirkan segera lakukan cek kondisi korban. Seperti cek kesadaran, apakah bernapas atau tidak.

Apabila tidak bernapas dan tidak ada denyutan nadi karotis yang terletak di dekat leher segera lakukan CPR atau pijat jantung.

"Lakukan hingga petugas medis datang untuk membantu," kata Agung.


(banjarmasinpost.co.id/donyusman/kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.