TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kota Surabaya saat ini mulai menggagas hunian layak bagi warganya dengan konsep hunian vertikal.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya akan merealisasikan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) komersil.
Artinya Rusunawa itu lebih berkelas karena akan dibangun mirip apartemen, dan tidak berlaku subsidi.
Kepala DPRKPP Surabaya Iman Krestian menyebut bahwa nantinya konsep hingga model bangunan dan sistemnya berbeda dengan rusunawa yang berlaku selama ini.
"Yang jelas nanti model rusunawanya jauh berbeda. Kami akan tawarkan Rusunawa nonsubsidi. Konsepnya tengah kita matangkan," jelas Iman kepada Tribunjatim.com, Kamis (20/8/2026).
Saat ini, tim DPRKPP tengah mengonsolidasikan semua konsep terbaik untuk merealisasikan hunian layak bagi warganya. Namun Pemkot Surabaya tidak bisa berjalan sendiri.
Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Realisasi Hunian Terjangkau, Bahtiyar Rifai: Rusunami Jadi Solusi Hunian Warga
Perlu dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga pihak ketiga. Termasuk keberadaan Danantara juga harus memberi kontribusi untuk merealisaikan hunian layak rusunawa nonsubsidi bagi warga Surabaya.
"Agar ada peranan Danantara sebagai perantara antara Pemkot dengan pihak swasta atau investor nantinya. Kita berharap semua bisa berkolaborasi," kata Iman.
DPRKPP saat ini tengah menjajaki kolaborasi itu dengan Kementerian Perumahan Rakyat. Semua konsep tentang hunian terjangkau bagi warga Surabaya ini disampaikan ke pusat.
Iman membocorkan konsep Rusunawa nonsubsidi atau komersial itu nantinya akan berorientasi pada konsep desil. Tingkat kesejahteraan masyarakat ini akan menjadi acuan untuk menentukan kelas rusunawa nonsubsidi.
DPRKPP memegang prinsip untuk merealisasikan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan untuk semua warga. Namun, karena kemampuan warga tidak sama, ditetapkan hunian berjenjang sesuai kemampuan warga.
Iman menjelaskan bahwa hunian warga itu seusai grade. Nantinya akan dibangun rusunawa nonsubsidi untuk grade A atau paling bawah untuk Desil 1-2. Harga sewanya Rp 170.000 per bulan.
Grade B diperuntukkan bagi warga Desil 2-4 yakni untuk warga berpenghasilan rendah berpotensi meningkat. Harga sewa Rp 450.000 - Rp 750.000 per bulan.
Rusunawa Grade C untuk masyarakat bawah hingga menengah dengan sewa Rp 750.000 - Rp 1,5 juta per bulan.
Dan terakhir membangun Rusunami atau hunian milik dengan harga terjangkau. Diperuntukkan bagi kelas menengah ke atas