Kawasan Gunung Bromo Kembali Dibuka, Sehari Langsung Diserbu 1.086 Wisatawan
M.Risman Noor August 20, 2026 10:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Baru dibuka setelah dua pekan ditutup, Kawasan wisata Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur langsung diserbu 1.86 wisatawan.

Gunung Bromo resmi dibuka untuk umum Kamis (20/8). 

Namun diingatkan kepada wisatawan agar tetap menjaga kawasan wisata sehingga tak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Terutama sekali dalam membuang puntung rokok tidak sembarangan, mengingat sekarang musim kemarau.

Baca juga: Sikap Terakhir Seorang Pelajar SMP Sebelum Tenggelam di Aliran Sungai Desa Pamarangan Kanan Tabalong

Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, 150 Warga Basirih Ikut Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, TNBTS, Septi Eka Wardani mengatakan, pada hari pertama pembukaan, tercatat 1.086 wisatawan yang berkunjung ke Bromo melalui empat pintu masuk, yakni Probolinggo, Malang, Pasuruan dan Lumajang. 

"Jadi, pada hari ini merupakan hari pertama pembukaan kawasan Bromo setelah sebelumnya ditutup akibat karhutla," kata Septi.

Meski telah dibuka, BB TNBTS tetap siaga melakukan patroli darat dan udara untuk memantau setiap lokasi yang rawan terhadap karhutla.

Selain itu, mobil pemadam kebakaran juga masih terlihat disiagakan di pintu masuk Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. 

Septi mengimbau wisatawan, penyedia jasa wisata, hingga masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan api di dalam kawasan wisata Bromo agar kejadian kebakaran yang sebelumnya merusak 1.121,66 hektare hutan tidak terjadi lagi. 

"Kami mengimbau kepada pengunjung, pelaku wisata, hingga masyarakat yang melintas untuk berhati-hati dalam menggunakan api. Selain saat ini masih musim kemarau, juga banyak vegetasi kering yang mudah terbakar," imbuhnya. 

Yayang, wisatawan asal Palembang, mengaku senang dapat berkunjung ke Bromo meski masih melihat banyak vegetasi masih menghitam akibat kebakaran. 

"Ini adalah kunjungan pertama saya dan pemandangan Bromo indah sekali walaupun masih kelihatan bekas kebakarannya. Harapannya, pengunjung tidak membuang puntung rokok sembarangan dan semoga kejadian kebakaran kemarin tidak terjadi lagi," kata Yayang.

Baca juga: Diduga Duel di Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Seorang Pemuda Dilarikan ke IGD RS Ratu Zalecha

Area Terbakar Mencapai 1.121,66 Hektare

Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dipastikan telah padam. Berdasarkan pemantauan tim gabungan di lapangan, hingga pukul 15.00 WIB, Jumat (14/8/2026) tidak lagi ditemukan nyala api aktif di lokasi.

Namun, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) bersama Satgas Penanganan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Timur masih terus melakukan penyisiran dan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali api akibat bara di bekas lokasi terbakar.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di antara vegetasi, tanah, maupun material bekas terbakar benar-benar padam. Bara tersebut berpotensi kembali memunculkan api, disebabkan cuaca kering dan angin kencang. 

 “Berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali. Perkembangan ini merupakan hasil kerja keras petugas di lapangan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, relawan, dan seluruh pihak terkait,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi. 

Saat ini tim gabungan berfokus pada pengetatan pemantauan untuk mencegah munculnya potensi kembali terjadi nyala api.

“Namun, kami tetap berhati-hati karena masih terdapat bara dan selalu ada kemungkinan munculnya api kembali. Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan,” ujar Ristianto.

Setelah proses pendinginan selesai, Satgas akan melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas umum serta sarana pelayanan wisata di kawasan terdampak. 

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan, kelayakan fasilitas, dan kesiapan kawasan sebelum dipertimbangkan kembali menerima kunjungan wisata.

Perihal kapan pembukaan kembali kawasan taman wisata Bromo, pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan menunggu pengumuman resmi. 

Baca juga: Rugikan Negara Rp 5 Miliar, 4 Terdakwa Korupsi di Disdik Banjarmasin Mulai Jalani Proses Peradilan 

Bagi pengunjung yang telah membeli tiket masuk kawasan taman nasional melalui sistem pemesanan daring untuk periode penutupan, pengajuan pengembalian dana atau penjadwalan ulang bisa dilakukan sesuai ketentuan dan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

“Kami memahami masyarakat dan para pelaku wisata menantikan informasi mengenai pembukaan kembali kawasan. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada hasil evaluasi lapangan yang menyeluruh. Pendinginan perlu dituntaskan, kondisi kawasan harus dipastikan aman, dan fasilitas wisata harus diperiksa terlebih dahulu. Keselamatan pengunjung, masyarakat, dan petugas tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi,” kata Ristianto. (Tribunnews.com/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.