Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi melepas 14 truk berisi bantuan kemanusiaan senilai Rp5,8 miliar untuk masyarakat yang menjadi korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelepasan bantuan tersebut dilaksanakan di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (20/8/2026), dengan diawali kegiatan doa bersama demi keselamatan para korban di lokasi bencana.
“Pemerintah DKI Jakarta hadir untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terkena dampak bencana pada 15 Agustus kemarin. Gempa dengan magnitudo 7,7 sangat besar dan dampaknya luar biasa,” ujar Pramono.
Baca juga: Tinjau Lokasi Terparah, Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Dampak Gempa NTT
Bantuan kemanusiaan ini berhasil dihimpun berkat kolaborasi erat antara aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.
Pramono juga menyampaikan bahwa kesempatan untuk berdonasi masih terbuka lebar bagi masyarakat maupun instansi lain yang ingin turut serta, mengingat pengumpulan bantuan diperpanjang hingga 25 Agustus 2026.
“Dari hasil pengumpulan yang dilakukan oleh ASN, perangkat daerah, BUMD, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, terkumpul Rp5.853.728.500 atau tepatnya Rp5,8 miliar. Ini adalah tahap awal dan Pemerintah DKI Jakarta masih membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi sampai dengan 25 Agustus 2026,” lanjut Pramono.
Selain mengirimkan bantuan logistik skala besar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya juga telah memberangkatkan tim kesehatan khusus sehari pascagempa guna memberikan layanan medis darurat bagi warga yang terdampak.
Ke depannya, jenis bantuan yang akan dikirimkan akan terus disesuaikan berdasarkan hasil koordinasi intensif bersama Pemerintah Provinsi NTT dan tim relawan di lapangan.
“Satu hari pascagempa kami telah memberangkatkan tim kesehatan dan saat ini sudah bertugas di lokasi bencana. Berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan Gubernur NTT serta tim lapangan, kebutuhan mendesak seperti popok dan kebutuhan sanitasi bayi maupun lansia akan terus diprioritaskan pada pengiriman berikutnya,” jelasnya.
Melalui aksi nyata ini, Pramono menegaskan bahwa kepedulian Jakarta tidak dibatasi oleh sekat wilayah administratif, melainkan wujud solidaritas antardaerah di Indonesia.
“Solidaritas Jakarta tidak berhenti pada batas wilayah administrasi; ketika saudara-saudara kita di daerah lain mengalami musibah, Jakarta harus selalu hadir untuk mendukung pemulihan mereka sepenuhnya,” ucap Gubernur Pramono.
Rincian Bantuan Logistik dan Distribusi
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, merinci bahwa bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan esensial mulai dari pangan, logistik pengungsian, hingga sarana prasarana air bersih.
“Adapun bantuan logistik terdiri atas makanan siap saji, air mineral, biskuit, kasur lipat, perlengkapan keluarga, terpal, obat-obatan dan cairan infus, makanan anak, serta 200 unit toren air dari PAM Jaya. Selain itu, disalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar serta komitmen pengiriman Mobile Water Treatment Plant senilai Rp2,5 miliar,” ungkap Marulitua.
Proses pengiriman bantuan ini dikoordinasikan melalui sistem logistik nasional bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan unsur TNI.
Jalur pengiriman memanfaatkan akses udara dari Bandara Halim Perdanakusuma serta jalur laut melalui Pangkalan TNI AL Komando Armada I di Jakarta Utara.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta dalam membantu meringankan beban warga di tujuh kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka, dan Nagekeo.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi nyata dari Bapak Gubernur bersama seluruh aparatur di wilayah DKI Jakarta. Bantuan senilai Rp5,8 miliar ini merupakan bantuan pertama yang diserahkan oleh pemerintah provinsi untuk penanganan tujuh kabupaten terdampak selama masa tanggap darurat,” tutur Andi Eviana.
Untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara merata, BNPB turut mengerahkan armada khusus termasuk helikopter guna menjangkau titik-titik wilayah yang terisolasi akibat bencana.
“Seluruh bantuan yang dihimpun melalui Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma langsung didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak tanpa terkecuali, didukung armada pesawat Hercules, kapal perang KRI, dan helikopter untuk menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi,” pungkas Evi.