Jakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju lokasi bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kapal ini dikirim untuk memperkuat tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) serta relawan kesehatan PDIP yang telah lebih dulu bersiaga di wilayah Flores dan sekitarnya pascadiguncang gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo.

"Jadi sesuai dengan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, hari ini PDI Perjuangan mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah datang di wilayah bencana di Flores dan sekitarnya," kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pelepasan kapal rumah sakit terapung milik partai berlogo banteng moncong putih tersebut dipimpin langsung oleh Hasto di Cilegon, Banten, Kamis malam. Prosesi pelepasan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ini berlangsung dengan penuh suasana khidmat.

Seluruh jajaran pengurus partai, relawan, hingga awak kapal memanjatkan doa bersama untuk para korban bencana gempa bumi di NTT, sekaligus mendoakan keselamatan serta kelancaran para relawan kemanusiaan yang bertugas di lokasi bencana.

Hasto menyebut sejumlah tokoh dan pengurus DPP PDIP telah berada di Flores untuk melakukan gerakan kemanusiaan tersebut, di antaranya Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan Sri Rahayu.

Politisi asal Yogyakarta ini menggarisbawahi bahwa seluruh pergerakan partai digerakkan oleh spirit gotong royong dan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang politik maupun SARA.

"Kapal Laksamana Malahayati ini akan melengkapi seluruh tim Baguna dan relawan kesehatan dan membantu rakyat tanpa membeda-bedakan apa pilihan politiknya, suku, agama, dan status sosial. Karena sebagai warga bangsa, nilai-nilai kemanusiaan itulah yang seharusnya membangun solidaritas kita untuk bergotong royong membantu siapapun yang menderita akibat korban bencana," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai logistik kemanusiaan yang dibawa oleh Kapal RS Laksamana Malahayati, Hasto menjelaskan bahwa kapal ini mengangkut berbagai kebutuhan medis, obat-obatan, serta perlengkapan khusus yang berfokus pada kelompok rentan.

"Ada beberapa bahan obat-obatan, dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak balita. Karena di dalam mitigasi bencana, daftar yang dibuat oleh Ibu Megawati Soekarnoputri seringkali bantuan terhadap ibu-ibu, perempuan hamil, anak-anak balita, dan kebutuhan khusus perempuan ini, terlewatkan. Karena itulah ini melengkapi bantuan-bantuan yang sudah dikirim oleh PDI Perjuangan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi menyampaikan rasa syukur atas pengoperasian Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati yang sebelumnya telah menyelesaikan misi pelayanannya di wilayah Banten.

Ade pun secara resmi menyerahkan kembali operasional kapal rumah sakit terapung tersebut kepada DPP Partai untuk dialihkan menjalankan tugas kemanusiaan yang lebih mendesak di NTT.

"Alhamdulillah pada hari ini kita mendampingi Pak Sekjen dalam rangka melepas Rumah Sakit Apung Kapal Malahayati. Kami kader-kader partai se-Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada DPP Partai, khusus kepada Pak Sekjen yang telah mempercayakan Rumah Sakit Apung Malahayati ada di Provinsi Banten, di mana kapal ini telah melayani ribuan masyarakat Banten," tutur Ade Sumardi.

"Sekarang masa tugas Rumah Sakit Malahayati sudah selesai di Provinsi Banten. Maka untuk itu, kami serahkan kembali kepada DPP Partai Rumah Sakit Apung Malahayati ini untuk ditugaskan ke daerah lain," pungkas Ade.

Sebagai informasi, Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati adalah kapal rumah sakit PDI Perjuangan yang mengemban misi pelayanan kesehatan untuk rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Menjelajah perairan nusantara sejak diluncurkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada pertengahan Juni 2023, Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati dioperasikan 12 anak buah kapal dengan 8 tenaga kesehatan.

RS Apung Laksamana Malahayati memiliki berat GT (Gross Tonage) 262 ton, berukuran panjang 30 meter dengan lebar 9 meter dan ketinggian dtaft 2 meter. Kapal itu memiliki kecepatan maksimal 7 knot.

Sebagaimana layaknya rumah sakit, RS Apung Laksamana Malahayati mengemban misi pelayanan kesehatan. Secara khusus melayani rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau di pulau-pulau terpencil.