50 Persen Jalan Kota Gorontalo Masih Kurang Mantap, PUPR Sebut Kondisi Jalan Bersifat Dinamis
Wawan Akuba August 21, 2026 08:47 AM

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sekitar 50 persen jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Gorontalo masih berada dalam kondisi kurang mantap berdasarkan hasil survei kondisi jalan tahun 2025.

Data tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Dikki Haryadi, saat menjelaskan kondisi jaringan jalan kota yang memiliki total panjang sekitar 233 kilometer.

"Untuk kondisi jalan tahun 2025, hasil survei kami menunjukkan sekitar 50 persen dalam kondisi baik dan 50 persen kurang mantap," kata Dikki kepada TribunGorontalo.com, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Menurutnya, angka tersebut tidak bersifat tetap karena kondisi jalan selalu berubah mengikuti pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan maupun munculnya kerusakan baru di sejumlah ruas.

"Jadi bisa saja tahun kemarin kondisinya 50 persen, kemudian ada penanganan tahun ini sehingga kerusakannya berkurang. Tetapi di sisi lain juga ada kerusakan baru yang muncul. Jadi tidak menutup kemungkinan persentasenya bisa berkurang ataupun bertambah," ujarnya.

Dikki menjelaskan, panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Gorontalo mencapai sekitar 233 kilometer.

Baca juga: Menu Berbeda hingga Makanan Terlambat jadi Alasan Sekolah Rakyat Boalemo Putus Kontrak Vendor

Setiap tahun, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk menangani sejumlah ruas jalan sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

Pada APBD Induk Tahun 2026, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Gorontalo menganggarkan penanganan lima lokasi, yakni Jalan Rambutan, Jalan Umar Sidiki eks Jalan Palma, Jalan Pangeran Hidayat II, Jalan Taman Buah, serta jalan di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo.

Salah satu ruas yang dipastikan akan ditangani tahun ini ialah Jalan Rambutan. Untuk proyek tersebut, Dinas PUPR telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) dengan nilai anggaran sekitar Rp3,7 miliar.

Penanganan Jalan Rambutan direncanakan sepanjang sekitar 1,1 kilometer, dimulai dari perempatan lampu merah Metro menuju RSUD Otanaha hingga bertemu dengan Jalan Beringin.

Dikki menegaskan penanganan infrastruktur jalan akan terus dilakukan secara bertahap agar tingkat kemantapan jalan di Kota Gorontalo dapat terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.