SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC kembali menggelar laga uji coba untuk mengukur kualitas para pemain yang masih bertahan dalam proses seleksi menuju Liga Nusantara 2026/2027.
Kali ini, tim besutan Head Coach Oktavianus akan menghadapi tim lokal Tunas Sumatera Banyuasin di Lapangan Panahan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Jumat (21/8/2026) sore.
Laga tersebut menjadi uji coba kedua bagi skuad seleksi Sriwijaya FC setelah sebelumnya sukses mencukur FORSGI dengan skor telak 8-1.
"Ya, Sriwijaya FC besok (hari ini) sore akan gelar laga uji coba yang ke-2 bersama tim Tunas Sumatera Banyuasin di Lapangan Panahan Jakabaring," ungkap Coach Oktavianus kepada Sripoku.com, Kamis (20/8/2026) malam.
Para pemain yang dinyatakan lolos dari trial tahap ketiga sekaligus tampil pada laga uji coba pertama telah diminta berkumpul di Sekretariat Askot PSSI Palembang, Stadion Kamboja, Jumat (21/8/2026) pukul 14.00 WIB.
Setelah itu, rombongan pemain akan berangkat bersama menggunakan Bus Sriwijaya FC menuju Lapangan Panahan JSC.
Laga menghadapi Tunas Sumatera Banyuasin diprediksi kembali menjadi panggung penting bagi para pemain trial untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan tim kepelatihan.
Pasalnya, proses seleksi Sriwijaya FC masih terus berlangsung. Setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi pemain untuk membuktikan bahwa dirinya layak masuk dalam skuad Elang Andalas yang dipersiapkan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Sebelumnya, tim seleksi Sriwijaya FC tampil meyakinkan saat menghadapi FORSGI, Rabu (19/8/2026).
Tidak tanggung-tanggung, tim trial Sriwijaya FC menang telak 8-1.
Figo menjadi bintang kemenangan setelah mencetak hattrick. Habib kemudian menyumbangkan dua gol, sedangkan tiga gol lainnya masing-masing dilesakkan Samsul, Yoga, dan Rafi.
Namun, kemenangan besar tersebut rupanya belum membuat Coach Oktavianus puas.
Mantan pemain Timnas Indonesia itu justru menemukan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama menyangkut kondisi fisik pemain.
"Belum puas. Apalagi di conditioning mereka, fisik mereka banyak di babak kedua, di akhir-akhir babak ketiga itu intensitas permainan sudah mulai turun. Berarti di situ kita melihat kondisi fisik mereka perlu ditingkatkan lagi. Fisik jadi PR," ujar Oktavianus.
Selain kondisi fisik, Oktavianus juga menyoroti belum terbentuknya pola permainan tim.
Hal tersebut dinilai wajar mengingat para pemain baru dikumpulkan dan belum menjalani latihan taktikal secara maksimal.
"Anak-anak tidak ada yang cedera pada hari ini. Masih banyak kelemahan-kelemahan yang harus kita perbaiki. Namanya juga kita baru mengumpulkan pemain dan proses latihan taktikal belum berjalan sama sekali," jelasnya.
Menurut Oktavianus, gaya bermain pemain saat ini masih banyak dipengaruhi pengalaman dan kebiasaan mereka di tim sebelumnya.
"Cara bermainnya juga masih dipengaruhi apa yang mereka dapatkan selama ini," sambungnya.
Meski demikian, Oktavianus melihat ada modal positif dari para pemain trial.
Ia menyebut sejumlah pemain memiliki kualitas individu dan kelebihan masing-masing yang masih bisa dikembangkan untuk menjadi kekuatan Sriwijaya FC.
"Pada intinya mereka punya individual-individual yang bisa dimaksimalkan dan ada strong point di sana. Itu menjadi hal positif," katanya.
Selama tiga tahap trial yang telah dijalankan, jajaran pelatih Sriwijaya FC memang belum fokus membentuk pola permainan.
Seleksi masih dilakukan melalui game internal dan pertandingan uji coba untuk melihat kemampuan pemain secara langsung dalam situasi pertandingan.
"Kita seleksinya masih dengan game. Setelah itu di game terakhir kita lakukan uji coba," ungkap Oktavianus.
Sementara itu, Wapres Sriwijaya FC Mohammad David juga menegaskan bahwa kemenangan 8-1 atas FORSGI belum menjadi ukuran akhir kualitas tim.
"Ini merupakan laga uji coba pertama untuk tim kita Sriwijaya FC. Alhamdulillah kita lihat hasilnya, tapi kami belum puas meski menang 8-1," ujar Mohammad David.
Menurut David, laga tersebut setidaknya mulai memberikan gambaran mengenai karakter dan kemampuan para pemain berdasarkan posisi masing-masing.
"Komposisi pemain sudah mulai kelihatan. Apa karakter mereka masing-masing, bermainnya bisa lebih lepas karena mendapatkan lawan dan bisa menunjukkan kemampuan sesuai posisinya," ungkap David yang juga Ketua Askot PSSI Palembang.
Kini, laga menghadapi Tunas Sumatera Banyuasin menjadi ujian berikutnya bagi para pemain trial.
Persaingan dipastikan semakin ketat karena setiap penampilan akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih dalam menentukan pemain yang nantinya dipercaya memperkuat Sriwijaya FC di Liga Nusantara 2026/2027.
• Oktavianus Dibuat Heran Kondisi Pemain Trial Sriwijaya FC Asal Papua, Juan Varell
Tim kepelatihan Sriwijaya FC saat ini dipimpin Oktavianus dan didampingi pelatih kiper Ferry Rotinsulu, Analyst A. Rachim Gema atau Coach Argema, Asisten Pelatih M. Ali Ramadon, serta Asisten Pelatih Kiper Ikhsan Alkarima.
Dengan proses seleksi yang masih berjalan, para pemain trial Sriwijaya FC kini dituntut bukan hanya mampu menunjukkan kualitas individu, tetapi juga membuktikan kondisi fisik, konsistensi, dan kemampuan menjalankan instruksi tim.