Ada Apa dengan 21 Agustus? Mengenal Hari Peringatan untuk Korban Terorisme
Joko Widiyarso August 21, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM- Di antara banyaknya hari peringatan dalam kalender internasional, ada satu tanggal yang mungkin belum terlalu familiar bagi Tribunners, yakni 21 Agustus.

Setiap tahunnya, tanggal tersebut diperingati sebagai International Day of Remembrance and Tribute to the Victims of Terrorism atau Hari Peringatan dan Penghormatan Internasional untuk Korban Terorisme.

Sesuai namanya, peringatan ini menjadi momen untuk mengenang para korban dan penyintas terorisme. 

Ada pesan yang lebih luas tentang bagaimana para korban tetap perlu didengar, dihormati, serta mendapatkan dukungan bahkan setelah sebuah peristiwa tidak lagi menjadi perhatian utama.

Apa Sebenarnya Peringatan 21 Agustus?

Hari Peringatan dan Penghormatan Internasional untuk Korban Terorisme ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 72/165 pada 2017. 

Sejak saat itu, 21 Agustus diperingati setiap tahun untuk menghormati dan mendukung korban serta penyintas terorisme, sekaligus mendorong perlindungan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental mereka.

Peringatan ini dibuat karena perhatian terhadap korban sering kali hanya besar ketika sebuah serangan baru terjadi. 

Setelah situasi mulai mereda, perhatian publik pun perlahan berpindah.

Padahal, bagi korban dan penyintas, dampaknya belum tentu ikut berakhir.

Karena itu, PBB menjadikan peringatan ini sebagai kesempatan untuk kembali melihat kebutuhan mereka, bukan hanya pada saat sebuah tragedi terjadi, tetapi juga dalam proses panjang setelahnya.

PBB menyebut korban dan penyintas dapat membutuhkan dukungan jangka panjang untuk menghadapi berbagai dampak yang muncul setelah kejadian. 

Kebutuhan tersebut bisa berkaitan dengan pemulihan fisik, psikologis, sosial, hingga kondisi finansial. Proses untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari pun tidak selalu sederhana.

Di balik angka tersebut ada orang yang mungkin kehilangan anggota keluarga, mengalami luka, menghadapi trauma, atau harus menyesuaikan kembali kehidupannya setelah sebuah kejadian.

Itulah salah satu alasan mengapa PBB menempatkan suara dan kebutuhan korban sebagai bagian penting dalam peringatan 21 Agustus.

“Healing through Memory”, Tema 21 Agustus 2026

202621008- Peringatan 21 agustus
ILUSTRASI- Hari Peringatan dan Penghormatan Internasional untuk Korban Terorisme.

Untuk 2026, PBB mengangkat tema “Healing through Memory”, yang dapat dimaknai sebagai pulih melalui ingatan.

Mungkin, mengingat sebuah tragedi mungkin terdengar seperti sesuatu yang justru membuat seseorang kembali pada pengalaman menyakitkan. 

Namun, PBB melihat ingatan dengan sudut pandang yang berbeda.

Mengenang dan menjaga cerita para korban dapat menjadi bagian dari proses pemulihan. 

Ketika pengalaman mereka diakui dan kisah mereka tetap diingat, martabat korban ikut dijaga. 

Ingatan bersama juga dapat membantu masyarakat memahami dampak kekerasan serta menumbuhkan empati terhadap mereka yang mengalaminya.

Tema tahun ini dipilih melalui konsultasi dengan Victims of Terrorism Associations Network (VoTAN), jaringan yang melibatkan organisasi korban dan penyintas terorisme. 

PBB menekankan bahwa memorialisasi bukan sekadar melihat kembali masa lalu, tetapi juga dapat mendukung ketahanan, pemulihan, dan harapan bagi para penyintas.

Dengan begitu, ingatan justru menjadi cara untuk mengakui apa yang telah terjadi dan membantu seseorang melangkah ke depan.

Mengingat Juga Perlu Dilakukan dengan Bijak

Di tengah perkembangan media sosial, cara masyarakat mengenang sebuah tragedi juga mengalami perubahan.

Karena itu, PBB tahun ini juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi korban dan penyintas. 

Cerita mereka seharusnya tidak dieksploitasi, apalagi digunakan untuk menyebarkan kebencian baru.

Konten yang sensitif dapat membuat korban atau keluarganya kembali mengalami trauma. 

PBB mendorong agar proses mengenang dilakukan dengan pendekatan yang berpusat pada korban, menghormati pengalaman mereka, dan tidak menimbulkan penderitaan tambahan.

Dalam peringatan 21 Agustus 2026, PBB juga mengadakan acara virtual tingkat tinggi yang menghadirkan suara korban dan penyintas.

Salah satu rangkaiannya adalah Global Minute of Silence atau mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati para korban dan penyintas terorisme di seluruh dunia.

Melalui Hari Peringatan dan Penghormatan Internasional untuk Korban Terorisme, PBB mengingatkan bahwa mereka tidak seharusnya dilupakan begitu saja. 

Menghormati korban berarti memberi ruang bagi suara mereka, menjaga hak-haknya, sekaligus memastikan dukungan tidak berhenti ketika perhatian publik mulai beralih.

21 Agustus juga berdekatan dengan peringatan internasional lainnya. 

Sehari setelahnya, tepat pada 22 Agustus, PBB memperingati International Day Commemorating the Victims of Acts of Violence Based on Religion or Belief atau Hari Internasional untuk Memperingati Korban Tindak Kekerasan Berdasarkan Agama atau Kepercayaan.

Sebab, ketika dunia memilih untuk mengingat dengan cara yang tepat, ia juga bisa menjadi bagian dari perjalanan untuk pulih dan membangun masa depan yang lebih aman.

(MG Mayumi Cinta Mahesi)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.