Nirwana Aras Bantah Terlibat Gadai Kebun, Kuasa Hukum Beri Ultimatum 3x24 Jam
Abd Rahman August 21, 2026 09:47 AM

 

Dalam klarifikasinya di hadapan sejumlah wartawan di kediamannya, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Jumat (21/8/2026), Nirwana menegaskan bahwa informasi beredar tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar 21 Agustus, Mamasa Berpotensi Hujan Sedang, Pesisir Waspada Angin Kencang

Baca juga: Setelah Tak Diusung Demokrat, Fatmawati Kini Resmi Diusung NasDem Jadi Cawagub Sulbar

Nirwana menyampaikan keberatan terhadap pernyataan Hj. Rannu yang dimuat media online tersebut. 

Menurutnya, narasi itu telah memberikan kesan bahwa dirinya merupakan pihak yang merugikan orang lain.

"Informasi atau pernyataan itu seolah saya yang merugikan orang lain, padahal kenyataannya nama baik saya yang rusak. Oleh karena itu, saya meminta yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka di depan publik," tegasnya.

Nirwana menilai persoalan gadai lahan tidak memiliki kaitan dengan instansi yang dipimpinnya.

"Narasi itu tidak hanya merugikan nama baik saya, tetapi juga membawa-bawa instansi Dinas Sosial yang sama sekali tidak ada kaitan dengan persoalan ini," katanya.

Menjelaskan kronologi persoalan, Nirwana mengungkapkan bahwa ia mempekerjakan seseorang berinisial A yang diduga menggadaikan kebun tanpa sepengetahuannya.

"Dia menggadaikan ke saudara atau keluarganya sendiri," jelas Nirwana.

Namun penerima gadai yang merupakan keluarga pekerja tersebut mendatangi kediaman Nirwana. 

Merasa memiliki tanggung jawab atas kelakuan pekerjanya, Nirwana menyatakan siap bertanggung jawab dengan tujuan agar pekerja dan keluarganya tidak bermasalah.

"Saya siap menggantikan uangnya atau syarat yang dia minta, asal kedua belah pihak tidak berseteru," ujarnya.

Pihak penerima gadai memperlihatkan bukti kwitansi meski bukan Nirwana yang melakukan penggadaian, namun ia tetap mengiyakan permintaan pihak penerima gadai.

"Jadi saya kasih solusi, silahkan kerjakan kebun tersebut atau saya gantikan uangnya," tuturnya.

Terkait rekaman video yang melibatkan dirinya, Nirwana mengaku belum mengetahui kebenarannya.

"Saya sendiri belum lihat videonya seperti apa," katanya.

Ia merasa bingung dengan motif pihak penerima gadai memviralkan video tersebut, padahal bukan dirinya yang menggadaikan tetapi ia siap bertanggung jawab atas kelakuan pekerjanya. 

"Meskipun saudaranya yang melakukan penggadaian, saya siap bertanggung jawab karena saudaranya itu adalah pekerja saya," tegasnya.

"Saya sudah ambil pengacara di Jakarta untuk mengawal kasus ini," ungkapnya.

"Kalau tidak, kami akan menempuh jalur hukum," pungkasnya.

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.