SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - drh Nurdiansyah Alasta MKes menegaskan kesiapan dirinya menerima apa pun keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait hasil musyawarah daerah (musda) Demokrat Aceh.
Selaku calon ketua Partai Demokrat Aceh yang bertarung dalam musda, Nurdiansyah menegaskan bahwa seluruh tahapan musda merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dihormati seluruh kader.
Karena itu, lanjutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Demokrat Aceh harus didukung demi kepentingan dan kebesaran partai.
“Sejak awal saya mengikuti proses ini dengan niat untuk mengabdi dan membesarkan Partai Demokrat. Saya sudah berikhtiar, berjuang dan mengikuti seluruh mekanisme partai. Pada akhirnya, apa pun keputusan ketua umum, akan saya hormati dan saya terima dengan penuh loyalitas,” kata Nurdiansyah.
Dalam musda Demokrat Aceh, terdapat dua nama yang memenuhi syarat pencalonan, yakni Dr Sayuti Abubakar SH MH (Wali Kota Lhokseumawe) dan Nurdiansyah Alasta (Anggota DPRA).
Menurut Nurdiansyah, jabatan ketua DPD bukanlah tujuan akhir dari sebuah pengabdian. Baginya, seorang kader tetap memiliki tanggung jawab untuk membesarkan partai meskipun tidak mendapat amanah sebagai ketua.
“Bagi saya, menjadi ketua DPD adalah amanah, bukan tujuan akhir dari sebuah pengabdian. Jika saya dipercaya, Insya Allah amanah itu akan saya jalankan sebaik-baiknya. Namun jika keputusan menetapkan yang lain, saya tetap kader Demokrat dan tetap memiliki kewajiban moral untuk menjaga serta membesarkan Partai Demokrat di Aceh,” tegasnya.
Ia berharap proses musda tidak meninggalkan perpecahan di kalangan kader. Setelah keputusan ditetapkan, kata dia, tidak boleh ada lagi istilah kubu yang menang ataupun kalah. “Musda akan selesai, tetapi perjuangan Demokrat Aceh masih panjang. Setelah keputusan ditetapkan, saatnya kita kembali menjadi satu keluarga besar. Tidak ada lagi kubu saya atau kubu siapa pun. Yang ada adalah keluarga besar Partai Demokrat,” ujarnya.
Nurdiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para ketua DPC dan kader yang telah memberikan dukungan kepada dirinya selama proses musda. Dukungan tersebut dinilainya sebagai sebuah kehormatan yang akan tetap dijaga meskipun proses pemilihan telah berakhir.
“Saya berterima kasih kepada sahabat-sahabat DPC dan seluruh kader yang telah berdiri bersama saya dalam perjalanan ini. Kebersamaan itu tidak akan berhenti hanya karena Musda telah selesai. Kita tetap memiliki rumah yang sama dan cita-cita yang sama, yaitu membesarkan Demokrat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh,” katanya.
Ia menilai, loyalitas seorang kader justru diuji ketika keputusan akhir tidak sepenuhnya berada di tangannya. “Dalam politik kita harus siap berjuang, siap menang dan juga harus memiliki kebesaran hati menerima setiap keputusan. Saya memilih jalan kesatria: berjuang secara sungguh-sungguh, menghormati mekanisme, dan ketika keputusan telah diambil, berdiri tegak untuk menghormatinya,” tutur Nurdiansyah.
“Siapa pun yang ditetapkan menjadi Ketua DPD Demokrat Aceh periode 2026–2031, mari kita besarkan bersama. Jika amanah itu diberikan kepada saya, saya akan merangkul semuanya. Jika bukan saya yang dipercaya, saya pun tetap akan berada dalam barisan untuk membesarkan Demokrat,” pungkasnya.(iw)