Keputusan Liverpool untuk menyetujui transfer Curtis Jones ke Inter Milan senilai £30 juta yang akan segera rampung memang bisa dipahami jika dilihat murni dari sudut pandang finansial.
Gelandang tersebut kini sudah memasuki 12 bulan terakhir dalam kontraknya di Anfield, yang berarti musim panas ini menjadi kesempatan terakhir bagi klub untuk mendapatkan kembali dana transfer yang besar, alih-alih mengambil risiko kehilangan aset binaan akademi secara cuma-cuma tahun depan.
Menjual pemain lulusan akademi memang memberi suntikan rapi sebesar £30 juta pada neraca keuangan. Namun, dari sisi olahraga, mencoret salah satu elemen penting ruang mesin skuad di pertengahan Agustus adalah... jelas sebuah keputusan.
Kecuali sudah ada pengganti papan atas yang siap datang secepatnya dan keberadaannya sengaja dirahasiakan dari media, muncul pertanyaan besar yang sulit diabaikan: sebenarnya apa yang sedang dilakukan Liverpool?
Penjualan yang diperkirakan terjadi ini membuat lini tengah Liverpool tampak cukup tipis, dengan ketergantungan yang nyaris sepenuhnya bertumpu pada trio inti: Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch, dan Dominik Szoboszlai.
Meski ketiganya memiliki kualitas level tertinggi Liga Primer, kedalaman skuad di belakang mereka tidak berada pada taraf yang sama.
Wataru Endo memang masih ada di dalam skuad, tetapi pemain internasional Jepang itu pada dasarnya lebih merupakan pelapis fungsional bertipe defensif ketimbang sosok yang siap menjadi starter dalam tiga pertandingan setiap pekan.
Trey Nyoni yang baru berusia 19 tahun tampil sepanjang pramusim, tetapi terlalu berat jika berharap dia bisa menggantikan salah satu pemain yang lebih senior di posisi tersebut.
Memasuki sebuah musim dengan pada dasarnya hanya tiga gelandang tengah senior untuk mengisi dua tempat starter adalah... jelas sebuah keputusan.
Tingkat kedalaman skuad seperti ini, atau lebih tepatnya ketiadaannya, menjadi semakin membingungkan ketika mempertimbangkan gaya bermain Andoni Iraola yang menuntut tekanan tinggi dan intensitas besar.
Sistem Iraola membutuhkan energi, tekanan balik tanpa bola yang tak kenal lelah, serta kerja box-to-box yang terus-menerus di area sentral.
Mengharapkan Mac Allister, Gravenberch, dan Szoboszlai untuk mempertahankan tingkat pengerahan fisik seintens itu di empat kompetisi, menurut pandangan FourFourTwo, sama saja dengan mengundang masalah.
Dalam sepak bola modern, kelelahan otot dan cedera jaringan lunak merupakan sesuatu yang nyaris tak terelakkan sepanjang musim yang melampaui 50 pertandingan.
Situasi ini makin buruk karena Liverpool punya kebiasaan menggeser gelandang tengah ke peran darurat di area lain lapangan. Dalam beberapa musim terakhir, kekurangan pemain di lini belakang berulang kali memaksa pemain tengah—terutama Szoboszlai—untuk menutup lubang di posisi bek kanan.
Jika cedera bek sayap kembali memaksa Iraola menggeser Szoboszlai ke sisi lapangan, pilihan Liverpool di lini tengah akan langsung berkurang drastis dalam semalam.
Memang, masih ada hampir dua pekan sebelum jendela transfer ditutup, tetapi arus rumor transfer saat ini nyaris tidak memberi ketenangan.
Menurut berbagai laporan, fokus perekrutan Liverpool saat ini lebih tertuju pada mendatangkan penyerang sayap, bukan memperkuat area tengah lapangan. Meski spekulasi mengenai Adam Wharton masih terus beredar, pendekatan di saat-saat akhir akan ditolak tegas oleh Crystal Palace, yang tidak berniat melepas aset berharganya itu di akhir Agustus.
Bahkan jika kesepakatan masih mungkin diwujudkan, Wharton sendiri bisa saja memilih menunggu demi transfer yang dirumorkan ke Manchester City dalam 12 bulan ke depan. Dengan memilih mengamankan £30 juta dari Jones tepat sebelum kontraknya habis, Liverpool mungkin telah menyelesaikan persoalan akuntansi, tetapi sekaligus menempatkan diri hanya satu cedera lagi dari krisis besar yang sesungguhnya.
Jika dilihat secara terpisah, mendapatkan £30 juta untuk Jones yang kontraknya tinggal sedikit lagi habis adalah bisnis yang bagus. Namun dalam situasi saat ini, itu hanya bisa disebut langkah bisnis yang baik jika Liverpool memang sudah menyiapkan sosok lain di posisi tersebut, yang mampu memenuhi kebutuhan Iraola dan meningkatkan profil skuad. Bahkan dalam skenario itu pun, belum tentu cukup, dan Liverpool bisa saja kehabisan tenaga pada Maret, lalu sekadar meluncur menuju garis akhir.