Harga Beras di Pasar Masomba Palu Bervariasi, Tembus Rp17 Ribu per Kg
Fadhila Amalia August 21, 2026 10:08 AM

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin bersama jajaran terkait melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) harga dan ketersediaan beras di sejumlah pasar di Kota Palu, Jumat (21/8/2026).

Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai daya beli yang menurun, khususnya terhadap komoditas beras.

Dalam kegiatan itu, Imelda didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Perum Bulog, Satgas Pangan Polresta Palu, serta Dinas Perhubungan.

Baca juga: Karhutla dan TPS Marak Terbakar, Bupati Banggai Terbitkan Surat Edaran Pencegahan

Salah satu lokasi yang dipantau adalah Pasar Masomba.

Di pasar tersebut, tim menemukan harga beras berada pada kisaran Rp15.500 hingga Rp17.000 per kilogram.

Beras asal Napu menjadi salah satu komoditas dengan harga terendah, yakni Rp15.500 per kilogram.

Sementara sebagian besar beras lainnya dijual sekitar Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

Sebelumnya, pemantauan juga dilakukan di Pasar Inpres Manonda.

Harga beras di pasar tersebut ditemukan bervariasi mulai Rp13.000 hingga Rp17.000 per kilogram, tergantung jenis dan varietas beras.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengatakan perbedaan harga ditemukan di lapangan dipengaruhi oleh jenis dan varietas beras yang dijual pedagang.

“Alhamdulillah tadi di Pasar Inpres Manonda, kita mengecek harga. Ada yang paling murah Rp13 ribu dan paling tinggi Rp17 ribu, dengan varietas beras yang berbeda-beda,” ujar Imelda.

Minta Pengawasan Harga Diperketat

Usai melakukan pemantauan, Imelda meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Palu terus melakukan pengecekan harga secara langsung di pasar.

Baca juga: GBMNI Sulteng Desak Pemerintah Perketat Pengawasan TKA, Soroti WNA Masuk via Palu–Guangzhou

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan harga eceran ditetapkan pemerintah dapat diterapkan dengan baik oleh pedagang.

Selain itu, Satgas Pangan diminta melakukan pemantauan secara rutin setiap pekan terhadap harga dan pasokan beras di Kota Palu.

“Sudah kita minta dari Perdagin untuk mengecek semuanya, agar keinginan Pak Wali Kota ini, harga eceran penting atau harga itu betul-betul diterapkan. Kemudian Satgas setiap minggu harus turun,” jelasnya.

Stok Beras Disebut Aman

Imelda memastikan ketersediaan stok beras di Kota Palu saat ini masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, persoalan yang perlu menjadi perhatian saat ini bukan terkait ketersediaan beras, melainkan kemampuan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok tersebut.

“Kalau untuk stok beras, alhamdulillah sampai berapa bulan ke depan aman. Hanya saja daya beli masyarakatnya yang agak kurang,” katanya.

Untuk membantu masyarakat, Pemerintah Kota Palu juga mengharapkan penyaluran bantuan beras dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada pekan depan.

Bantuan tersebut direncanakan menyasar sekitar 31 ribu kepala keluarga (KK) penerima manfaat yang masuk kelompok desil 5 ke bawah.

Setiap penerima bantuan akan mendapatkan alokasi beras sebanyak 30 kilogram.

“Insyaallah minggu depan Bapanas akan mendistribusikan beras sejumlah 30 kilogram per penerima bantuan sebanyak 31 ribu KK, yang masuk desil 5 ke bawah. Insyaallah itu bisa merubah nanti harga yang ada di pasar,” ungkap Imelda.

Baca juga: Kode Redeem FC Mobile Jumat 21 Agustus 2026, Klaim Item Gratis di https://redeem.fcm.ea.com

Pemkot Palu akan terus berkoordinasi dengan Bulog, perangkat daerah, Satgas Pangan, dan instansi terkait untuk menjaga ketersediaan pasokan serta memastikan harga beras tetap terjangkau.

Pengawasan harga dan distribusi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pangan sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah kondisi daya beli yang masih terbatas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.