TRIBUNNEWS.COM - Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, mengunjungi fasilitas manufaktur healthcare PT Bayer Indonesia di Cimanggis, Jawa Barat.
Kunjungan tersebut didampingi Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
Agenda tersebut merupakan bagian dari kunjungan delegasi Jerman ke Indonesia yang antara lain membahas kerja sama di bidang transisi energi dan sektor swasta.
Sebelumnya, dia mengunjungi Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahim, serta Katedral Jakarta di Jakarta Pusat. Alabali Radovan mengaku terkesan dengan toleransi di Indonesia.
Dalam kunjungan itu, delegasi meninjau sejumlah fasilitas di pabrik Bayer, termasuk instalasi panel surya atap dan fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS).
Reem mengatakan kerja sama Indonesia dan Jerman perlu diarahkan pada pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” kata dia, dalam keterangannya pada Kamis (20/8/2026).
Menurut Reem, fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan penerapan investasi dan inovasi yang berkaitan dengan energi terbarukan, penguatan industri lokal, serta manufaktur produk yang mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Melalui kebijakan pembangunan, kami sedang membangun jembatan antarnegara mitra, yang bertujuan untuk merintis kemitraan baru secara bersama-sama dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman secara sistematis,” ujarnya.
Baca juga: Kunjungi Masjid Istiqlal, Menteri Jerman Kagum Lihat Panel Surya hingga Pukul Beduk Raksasa
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan keberadaan industri farmasi juga berkaitan dengan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan produk kesehatan dalam program nasional.
“Melalui program nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya. Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza mengatakan perusahaan melanjutkan investasi dan pengembangan fasilitas manufakturnya di Indonesia.
“Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global,” ujarnya.
Salah satu fasilitas yang ditinjau delegasi adalah instalasi panel surya atap dengan luas sekitar 1,66 hektare dan kapasitas 2.054 kilowatt peak (kWp).
Menurut keterangan perusahaan, instalasi tersebut dapat menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas manufaktur dan mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun.
Selain fasilitas energi, delegasi juga meninjau lini produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS).
Bayer menyebut telah mengalokasikan investasi sebesar Rp99 miliar untuk lini produksi, termasuk MMS dan kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D).
Fasilitas tersebut memproduksi suplemen prenatal dengan standar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral untuk ibu hamil.
Kapasitas produksinya disebut mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun dalam kemasan botol dan blister.
Fasilitas manufaktur Bayer di Cimanggis juga melayani kebutuhan pasar domestik dan mengekspor produk ke lebih dari 42 negara.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja sama Indonesia-Jerman yang mencakup isu transisi energi, investasi, dan sektor kesehatan, dengan fasilitas manufaktur sebagai salah satu lokasi untuk melihat implementasi kerja sama sektor swasta.