Gardu Induk PLN Lamandau Dikepung Api, Ratusan Personel Damkar Dikerahkan
Sri Mariati August 21, 2026 11:06 AM

TRIBUNKALTENG.COM, LAMANDAU - Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). 

Kobaran api terlihat mengepung kawasan Gardu Induk (GI) PLN dan mengancam permukiman warga. 

Api pertama kali muncul di kawasan eks persawahan yang yang merupakan lahan gambut kering. Kebakaran sempat berhasil dipadamkan, namun api kembali muncul menjelang sore. 

Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin membuat api dengan cepat kembali menjalar dan meluas. 

Kobaran api kemudian bergerak mendekati kawasan Gardu Induk PLN dan permukiman warga Desa Kujan 

Situasi tersebut membuat petugas gabungan memusatkan upaya pemadaman dan penyekatan di sekitar objek vital tersebut. 

Ratusan personel dari BPBD Lamandau, Satpol PP dan Damkar, PDAM, TNI-Polri, serta masyarakat dikerahkan untuk menangani kebakaran. 

Sejumlah armada pemadam juga diterjunkan untuk menyemprotkan air ke titik-titik api yang berada di sekitar kawasan gardu. 

Bahkan, sebagian pagar Gardu Induk PLN terpaksa dijebol untuk membuka akses bagi selang pemadam. 

Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara. Pada Kamis sore, sebuah helikopter terlihat berada di sekitar lokasi kebakaran. 

Helikopter tersebut mengambil air dari Sungai Lamandau untuk kemudian digunakan dalam proses pemadaman dari udara. 

Kepala BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan seluruh unsur terkait terus melakukan upaya maksimal untuk mengendalikan kebakaran. 

Menurut dia, kondisi lahan gambut yang kering dan angin kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. 

"Kami bersama seluruh tim terus melakukan pemadaman dan penyekatan. Karena kondisi lahan gambut kering dan angin cukup kencang, api cepat sekali menjalar," ujar Hendikel. 

"Prioritas kami saat ini mengamankan Gardu Induk PLN dan mencegah api merambat ke permukiman warga," lanjutnya. 

Hendikel mengatakan pemadaman dilakukan dari berbagai sisi dengan mengerahkan personel dan armada yang tersedia. 

Petugas juga berupaya memanfaatkan sumber air terdekat untuk mempercepat proses pemadaman. 

Hingga pukul 19.00 WIB, kobaran api masih terlihat membesar dan meluas di sejumlah titik. 

Petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan penyekatan, meski tidak seluruh titik api dapat dijangkau secara langsung. 

Baca juga: Pemadaman Listrik PLN Berlarut-larut Sudah 2 Bulan di Kalteng, Mitigasi Lemah tak Bayar Diputus

Baca juga: Kemarau Panjang Bikin Sumber Air Kering di Kotim, Minta Bantuan BNPB Perkuat Pemadaman Karhutla

Sejumlah perusahaan yang berada di sekitar lokasi, di seperti PT KSO dan PT MML, juga turut bersiaga. 

Perusahaan melakukan langkah antisipasi dengan membuat parit pembatas untuk menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas. 

Hingga malam hari, petugas gabungan masih berada di lokasi. 

Selain melakukan pemadaman, petugas terus memantau arah pergerakan api untuk memastikan kobaran tidak semakin mendekati Gardu Induk PLN maupun rumah-rumah warga Desa Kujan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.