TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Dampak musim kemarau di Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya dirasakan melalui meningkatnya suhu dan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Surutnya debit Sungai Mahakam juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pedalaman.
Kondisi tersebut salah satunya dirasakan di Kabupaten Mahakam Ulu.
Surutnya sungai menjadi kendala bagi transportasi masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur sungai.
Baca juga: BMKG Ungkap Kabut Asap Mulai Muncul di Utara Kaltim, Berau Mulai Terdampak
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, membenarkan adanya dampak kekeringan terhadap aktivitas transportasi sungai.
“Surutnya Sungai Mahakam itu memang mengganggu transportasi dan aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah Mahakam Ulu,” katanya dalam podcast Tribun Kaltim, Jumat (21/8/2026).
Selain transportasi, kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Carolina mengatakan pemerintah daerah dapat melakukan langkah antisipasi berdasarkan informasi prakiraan dan analisis BMKG.
Baca juga: Hotspot Kaltim Tembus 8.000 Titik hingga Agustus 2026, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla
Salah satu opsi yang dapat dilakukan apabila kondisi semakin membutuhkan tambahan debit air adalah modifikasi cuaca.
“Kalau pemerintah daerah mengamati informasi prakiraan kami dan analisis menunjukkan El Nino bisa terjadi hingga 2027, kita bisa bersama-sama melakukan usaha rekayasa atau modifikasi cuaca untuk menambah debit air,” jelasnya.
Modifikasi cuaca dapat diarahkan untuk membantu menambah debit air di waduk maupun sumber air lainnya sesuai kebutuhan.
Baca juga: BMKG Balikpapan Sebut El Nino Diprediksi hingga Februari 2027, Kaltim Masih Terancam Kekeringan
Carolina menegaskan bahwa fenomena El Nino merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihentikan.
Karena itu, kesiapsiagaan dan antisipasi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat. (*)