TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Putra daerah Papua Barat, Yosias Saroy, menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua Barat.
Yosias mengaku telah mengantongi dukungan dari sedikitnya 24 cabang olahraga (cabor) di tiga kabupaten, dan dukungan tersebut masih terus bertambah menjelang pelaksanaan Musorprov.
Keputusan maju disebut telah melalui komunikasi dengan sejumlah pimpinan cabor. Ia menegaskan akan mengikuti seluruh tahapan pemilihan secara sportif, profesional, dan demokratis.
“Sebelum saya maju sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Papua Barat, saya sudah melakukan komunikasi dan mendapat dukungan dari beberapa cabang olahraga. Saya siap bertanding secara sportif dan profesional,” ujar Yosias, Jumat (21/8/2026).
Visi Kebersamaan
Sebagai putra daerah, Yosias membawa visi membangun olahraga dengan semangat kebersamaan.
Ia berkomitmen merangkul seluruh masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang jika dipercaya memimpin KONI Papua Barat.
Baca juga: Markus Waran Dorong Musprov KONI Papua Barat Tanpa Intervensi, Tekankan Regenerasi
“Kalau Tuhan mengizinkan saya memimpin KONI Papua Barat, saya akan merangkul semua suku Nusantara yang ada di Papua Barat. Sebagai tuan rumah, kita harus berada di dalam rumah kita sendiri,” katanya.
Ia mengibaratkan masyarakat asli Papua Barat sebagai fondasi Rumah Kaki Seribu yang menjadi kekuatan utama, sementara seluruh elemen lainnya adalah penyangga yang bersama-sama menopang kemajuan olahraga di Papua Barat.
Rekam Jejak
Yosias bukan nama baru dalam dunia olahraga Papua Barat. Ia dikenal aktif mengikuti perkembangan sejumlah cabang olahraga, termasuk sepak bola, bola voli, dan panahan.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah dipercaya memimpin Perseman Manokwari, serta menjabat Ketua Umum KONI Kabupaten Pegunungan Arfak.
Selain itu, ia juga memimpin Persegaf Pegunungan Arfak yang berlaga di Liga 4 Papua Barat.
Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting yang dibawanya untuk membangun tata kelola olahraga yang lebih terbuka dan memberikan ruang lebih besar bagi atlet potensial.
Kesejahteraan Atlet
Selain persoalan organisasi, Yosias menyoroti kesejahteraan atlet yang menurutnya harus menjadi perhatian serius KONI Papua Barat.
“Terutama masalah hak-hak atlet. Saya akan berusaha melakukan pendekatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar ke depan kondisi olahraga kita bisa lebih baik,” tegasnya.
Baca juga: Djoni Saiba: Pemprov Geser Rp600 Juta untuk Musorprov KONI Papua Barat
Ia menilai atlet merupakan ujung tombak prestasi olahraga daerah.
Karena itu, pembinaan tidak hanya berbicara mengenai latihan dan kompetisi, tetapi juga penghargaan serta kepastian terhadap hak-hak atlet.
Yosias juga berkomitmen membuka ruang lebih besar bagi generasi muda berbakat yang belum mendapat kesempatan berkembang.
“Kita akan merangkul pemuda-pemudi yang belum mendapatkan pekerjaan, tetapi memiliki bakat olahraga luar biasa. Hobi dan talenta mereka harus kita arahkan sehingga bisa menjadi jalan menuju masa depan,” ujarnya.
Optimis dan Demokratis
Yosias optimisti dukungan dari pimpinan cabor di kabupaten se-Papua Barat dapat mengantarkannya memenangkan pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat.
“Untuk pencalonan ini, sudah ada 24 pimpinan cabor dan tiga kabupaten yang memberikan dukungan kepada saya. Dukungan tersebut masih terus bertambah dan saya optimistis bisa memenangkan pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat,” ungkapnya.
Baca juga: Aktivis Tegur Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Menjelang Pemilihan Ketua KONI Papua Barat
Dukungan juga datang dari sejumlah organisasi olahraga, termasuk Asosiasi Futsal Papua Barat atau AFP.
Meski demikian, Yosias tetap mengajak seluruh insan olahraga Papua Barat menghormati proses Musorprov dan menerima siapa pun yang nantinya terpilih.
Ia berharap Musorprov berlangsung demokratis dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan, memperkuat pembinaan atlet, memperbaiki tata kelola organisasi, serta meningkatkan prestasi olahraga Papua Barat di tingkat nasional.