TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai perlu diwaspadai di Kalimantan Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebut fenomena asap telah terpantau di sejumlah wilayah utara Kalimantan Timur.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengatakan trajektori asap telah muncul di wilayah Kalimantan Timur bagian utara, termasuk Berau.
Sementara itu, karhutla juga masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya, terutama Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan.
Baca juga: Hotspot Kaltim Tembus 8.000 Titik hingga Agustus 2026, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla
“Untuk Kalimantan Timur sendiri terpantau trajektori asap sudah muncul di wilayah bagian utara, wilayah Berau juga sudah muncul,” kata Carolina saat Podcast Tribun Kaltim, Jumat (21/8/2026).
Saat ini Indonesia berada dalam periode musim timur.
Kondisi tersebut membuat arah angin di Kalimantan Timur cenderung berasal dari tenggara hingga selatan.
Namun, arah pergerakan asap tidak selalu mengikuti pola angin secara lurus.
Topografi wilayah seperti perbukitan dapat menyebabkan arah pergerakan massa udara berubah.
Baca juga: BMKG Balikpapan Sebut El Nino Diprediksi hingga Februari 2027, Kaltim Masih Terancam Kekeringan
Carolina mengatakan potensi asap kiriman dari wilayah lain ke Kalimantan Timur tetap ada, tetapi hingga saat ini belum terpantau secara signifikan.
“Sejauh ini yang istilahnya kabut kiriman belum terpantau,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada mengingat Kalimantan Timur saat ini berada pada puncak musim kemarau.
Kondisi udara yang kering, minim hujan dan meningkatnya titik panas dapat meningkatkan risiko munculnya asap apabila kebakaran hutan dan lahan tidak segera dikendalikan. (*)