TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wali Kota Depok Supian Suri terbang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini, Jumat (21/8/2026), membawa uang bantuan sebesar Rp4,5 miliar.
Melalui unggahan di TikTok pribadinya, Jumat pagi, Dedi Mulyadi terlihat berada di bandara dan hendak naik ke pesawat.
Sesampainya di dalam pesawat, Dedi Mulyadi pun duduk bersama Supian Suri.
"Pak Wali Kota Depok membawa bantuan bagi warga NTT yang mendapat bencana," ungkap Dedi Mulyadi, dikutip Jumat.
Supian Suri pun menambahkan, total uang yang ia bawa sebesar Rp500 juta dari hasil kolektif aparatur sipil negara (ASN) hingga masyarakat.
"Alhamdulillah kita terkumpul Rp500 juta dari ASN, masyarakat, dan PMI Kota Depok. Mudah-mudahan kami terus mengumpulkan untuk selanjutnya kalau memang diperlukan dukungan dari Kota Depok bersama Provinsi Jawa Barat," ucap Supian Suri.
Dedi Mulyadi pun mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Depok yang telah turut membantu berdonasi kepada masyarakat NTT.
Baca juga: Dedi Mulyadi Kumpulkan Rp4 Miliar untuk Penanganan Bencana NTT, Utus Tim ke Daerah Terdampak
"Ini keren banget. Warga Depok terima kasih ya, sangat memiliki empati bagi saudara-saudara kita di NTT," kata Dedi Mulyadi.
Dengan tambahan Rp500 juta, Pemprov Jabar pun total mengumpulkan Rp4,5 miliar untuk bantuan.
"Jadi kami bawa titipan dana sebesar Rp4,5 miliar, Rp4 (miliar) dari provinsi, Rp500 juta dari Depok," ujar Dedi Mulyadi.
Sebagai informasi, NTT mengalami gempa tektonik berkekuatan 7,7 M pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Dilansir dari Tribunnews.com, hingga Jumat pagi, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 78 orang, sementara 95 ribu warga terpaksa mengungsi.
Hingga saat ini, gempa susulan di NTT masih terus terjadi. Per Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat adanya 3.752 gempa susulan dengan durasi 1 sampai 1,5 jam dengan kekuatan 1,1 sampai 6,2 M.
Sebelumnya, Pemprov Jabar mengumpulkan donasi kemanusiaan untuk NTT melalui rapat koordinasi yang dipimpin Dedi Mulyadi pada Rabu (19/8/2026).
Rapat itu melibatkan unsur dari Pemprov Jabar, Baznas Jawa Barat, Bank BJB, Kwarda Pramuka Jabar, Kadin Jabar, Apindo Jabar, hingga para pelaku bisnis properti.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menggarisbawahi betapa pentingnya sikap saling menolong antardaerah tanpa terhalang batas administratif.
Menurutnya, mengulurkan tangan bagi masyarakat yang tertimpa kemalangan sudah menjadi kewajiban moral seluruh elemen publik.
“Meskipun lokasi bencana berada di luar Provinsi Jawa Barat, kita hidup harus saling membantu. Prinsip orang yang sedang kesusahan, ditengok saja sudah menjadi kebahagiaan, apalagi jika dibawakan bantuan,” ujar Dedi Mulyadi.
Adapun rincian perolehan dana bantuan Rp4 miliar yang terkumpul terdiri atas:
Dilansir laman resmi Bapenda Jabar, arah distribusi bantuan sengaja dirancang lewat skema tunai. Pemprov Jabar bakal memborong barang kebutuhan pokok warga secara langsung di pusat perdagangan terdekat kawasan terdampak, seperti pasar rakyat di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.
Langkah taktis ini diambil supaya penyaluran logistik bisa bergerak lebih gesit sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga lokal.
“Kita prioritaskan belanja kebutuhan di lokasi terdekat agar penyaluran cepat sampai dan tidak terhambat pengiriman dari luar daerah. Bantuan difokuskan ke wilayah yang membutuhkan, seperti Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” jelas Dedi Mulyadi.
Bukan cuma sokongan dana, Pemprov Jabar juga menerjunkan tim relawan gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kwarda Pramuka Jabar.
Baca juga: Psikolog Soroti Kondisi Keisha Usai Video Dialog dengan Dedi Mulyadi Viral, Alami 2 Fase Berbeda
Sebanyak 20 petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi diberangkatkan ke titik bencana guna memperkuat penanganan lapangan serta memuluskan pembagian logistik.
Gubernur mewajibkan seluruh petugas yang dikirim mengantongi uang operasional tunai yang memadai. Hal ini penting demi menjamin kelancaran aksi kemanusiaan di lapangan, terutama saat menjangkau wilayah pelosok yang sulit diakses, jadi tidak cuma berfokus di area pinggir jalan utama.
“Petugas yang dikirim harus memegang dana tunai yang cukup untuk kebutuhan operasional selama di lapangan. Kita ingin memastikan tim bekerja secara maksimal di daerah terdampak tanpa terkendala urusan logistik pribadi,” tegasnya.
Lewat sinergi kuat ini, Pemprov Jabar berharap seluruh proses penyaluran bantuan berjalan tanpa hambatan dan benar-benar efektif meringankan beban masyarakat di Nusa Tenggara Timur.