Berkah Muktamar NU ke-35, Pesanan Sablon Kaos di Jombang Melejit hingga 100 Persen
Pipit Maulidya August 21, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, JOMBANG - Geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Momentum besar ini, ditambah dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI di bulan Agustus, membawa berkah bagi para pelaku usaha konveksi dan sablon lokal.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak positif tersebut adalah Prasetya Rahmad, atau yang akrab disapa Dian, pemilik KAINOS Konveksi & Sablon Kaos. Berlokasi di Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, usaha milik Dian kini kebanjiran orderan hingga dua kali lipat dari hari biasanya.

Baca juga: Jelang Muktamar NU, Ribuan Nahdliyin Berdoa Bersama di Tambakberas Jombang

Kenaikan Pesanan hingga 1000 Kaos Per Bulan

Dian mengungkapkan, pada bulan-bulan normal, volume pesanan yang masuk biasanya stabil di angka 500 kaos. Namun, memasuki bulan Agustus 2026, jumlah permintaan meningkat drastis.

"Kalau sebelumnya paling 500 pesanan, kalau sekarang bisa 1.000 per bulan," ucap Dian kepada awak media, Jumat (21/8/2026).

Peningkatan ini dipicu oleh banyaknya agenda masyarakat, mulai dari kegiatan karnaval Agustusan hingga persiapan kepanitiaan Muktamar NU ke-35 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

"Menjelang Agustus sampai menjelang Muktamar NU ini ada kenaikan yang cukup signifikan sampai seratus persen," ujarnya menambahkan.

Kapasitas Produksi dan Ketelitian Proses

Tingginya permintaan memaksa dapur produksi KAINOS bekerja lebih ekstra. Untuk teknik sablon manual, Dian mampu memproduksi sekitar 50 hingga 70 potong kaos setiap harinya. Namun, ia menekankan bahwa pengerjaan tidak hanya selesai pada tahap penyablonan saja.

"Kalau sehari rata-rata antara 50-70. Cuma itu tidak setiap hari. Kan ada proses untuk menjahit, terus ada proses untuk finishing," jelas Dian.

Umumnya, satu paket pesanan membutuhkan waktu penyelesaian sekitar tiga hari, tergantung pada tingkat kesulitan desain serta kuantitas pesanan dari pelanggan.

Kualitas Sablon Manual vs Efisiensi Digital

Meskipun teknologi sablon digital berkembang pesat, Dian tetap mempertahankan teknik manual. Menurutnya, sablon manual memiliki karakteristik hasil yang sulit digantikan oleh mesin.

"Kalau untuk sablon manual dari segi kelebihan, kualitas keawetan hasilnya lebih bagus, tahan lama, warnanya lebih solid," ungkapnya.

Namun, ia juga tidak menutup mata terhadap keunggulan teknologi digital yang menawarkan kecepatan produksi.

"Kalau digital dari segi kualitas mungkin masih di bawah yang manual. Tapi dia memiliki kelebihan dari segi efisien waktu, efisien tenaga," katanya.

Strategi Menghadapi Tantangan di Era Digital

Persaingan usaha di bidang sablon kini semakin ketat seiring dengan hadirnya mesin-mesin sablon modern. Dian mengakui bahwa menjaga eksistensi sablon manual memerlukan strategi yang tepat.

"Kalau sekarang untuk sablon manual paling susah itu tantangannya karena ada sablon digital. Jadi pasar seakan-akan berebut," keluhnya.

Menyikapi hal tersebut, Dian memilih untuk tidak menganggap teknologi baru sebagai musuh, melainkan sebagai pelengkap untuk memperkuat bisnisnya di Jombang.

"Kalau di kita sendiri kita kolaborasi. Jadi antara manual digital itu harus bisa berjalan berdampingan, harus kita gunakan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.