TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Anggota DPR Papua Barat, Saleh Siknun, dorong pembentukan Pos Siaga Bencana di Distrik Bomberai.
Pos Siaga Bencana penting sebagai langkah mitigasi menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berulang setiap tahun di Distrik Bomberai dan Tomage, Kabupaten Fakfak,
Menurut Saleh, penanganan Karhutla perlu ditingkatkan statusnya, namun harus jelas apakah kewenangan penetapan darurat berada di tingkat kabupaten atau provinsi.
“Pemerintah Kabupaten Fakfak harus mengambil langkah mitigasi dini dan menganggap Karhutla di Bomberai sebagai kejadian luar biasa,” tegasnya Jumat (21/8/2026).
Ia menekankan pentingnya penetapan status darurat jika kebakaran berdampak luas hingga mengganggu kesehatan warga.
Baca juga: Update Karhutla di Fakfak: 78 Hektar Lahan di Bomberai-Tomage Ludes Terbakar
“Dengan status darurat, perhatian pemerintah akan lebih serius,” ujarnya.
Politisi yang akrab disapa Pace SS itu menilai Karhutla di Bomberai sudah seperti kejadian rutin setiap musim kemarau.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menyiapkan posko siaga khusus di wilayah tersebut.
“Posko harus dilengkapi petugas, armada, dan fasilitas penunjang agar penanganan lebih cepat,” katanya.
Saleh menambahkan, jarak Distrik Bomberai dari pusat Kota Fakfak membuat respon penanganan sering terlambat.
Posko siaga di lokasi akan mempercepat mobilisasi tim pemadam maupun aparat terkait.
Baca juga: Polres Fakfak Siagakan Lintas Instansi Hadapi Ancaman Karhutla Bomberai-Tomage
“Posko bukan berarti meminta bencana, tapi bentuk kesiapsiagaan dini untuk meminimalisir dampak Karhutla,” jelasnya.
Selain pemerintah daerah, ia menekankan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
“Masyarakat, tokoh pemuda, hingga perusahaan swasta di lokasi terdampak harus dilibatkan aktif,” tandasnya.
Ia juga mengimbau pemerintah untuk gencar melakukan edukasi pencegahan Karhutla di musim kemarau serta meningkatkan patroli petugas.
“Bahkan kalau perlu, Pak Bupati berkantor sementara di Bomberai agar lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.