TRIBUN-MEDAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap yang digelar di Purwokerto berhasil mengamankan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., bersama sejumlah pihak lainnya.
Selain Rektor Akhmad Sodiq, dua Wakil Rektor, Prof. Norman Arie Prayogo, dan Prof. Kuat Puji Prayitno, juga diamankan KPK dalam OTT terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru tersebut.
Berdasarkan LHKPN, ketiganya memiliki harta kekayaan miliaran rupiah dengan dominasi aset tanah, bangunan, dan kendaraan.
1. Profil dan Kekayaan Rektor Unsoed – Prof. Akhmad Sodiq
Lahir: Batang, Jawa Tengah, 28 Januari 1969
Pendidikan: S1 Peternakan Unsoed; S2 George-August University Jerman; S3 Kassel University Jerman
Karier: Rektor Unsoed periode 2022–2026, terpilih kembali 2026–2030; pernah menjadi Rektor UNU Purwokerto (2017–2018).
Harta Kekayaan (LHKPN 2025): Rp3,12 miliar
Tanah dan bangunan di Banyumas: Rp2,5 miliar (4 bidang, termasuk rumah senilai Rp1,3 miliar)
Kendaraan: Rp285,7 juta (Toyota Agya, Toyota Innova, 3 motor)
Harta bergerak lain: Rp463,9 juta
Kas: Rp49,9 juta
Utang: Rp175 juta
///
2. Profil dan Kekayaan Wakil Rektor III – Prof. Norman Arie Prayogo
Lahir: Banyumas, 7 September 1982
Pendidikan: S1 Manajemen Sumberdaya Perairan Unsoed; S2 Biologi Unsoed; S3 Bioteknologi UGM (cum laude, riset sandwich di Jepang)
Karier: Guru Besar Bioteknologi Perikanan (2025); pernah menjabat Kepala Pusat Publikasi LPPM Unsoed.
Harta Kekayaan (LHKPN 2025): Rp1,75 miliar
Tanah dan bangunan di Banyumas: Rp950 juta
Kendaraan: Rp430 juta (Pajero Sport 2018, Toyota Vellfire 2010)
Kas: Rp500 juta
Utang: Rp130 juta
///
3. Profil dan Kekayaan Wakil Rektor II – Prof. Kuat Puji Prayitno
Lahir: Cilacap, 29 Agustus 1965
Pendidikan: S1 Hukum Undip; S2 & S3 Hukum Undip; Guru Besar Hukum Pidana (2025)
Karier: Dosen Fakultas Hukum Unsoed; pernah menjabat Warek III (2018–2022), kini Warek II Bidang Umum & Keuangan (2022–2026).
Harta Kekayaan (LHKPN 2025): Rp1,94 miliar
Tanah dan bangunan: Rp620 juta
Kendaraan: Rp1,07 miliar (Toyota Minibus 2017, Honda HR-V 2020, Toyota Yaris 2021, motor Aerox & Scoopy)
Kas dan setara kas: Rp325 juta
Surat berharga: Rp160 juta
Tidak memiliki utang
Baca juga: Rektor Unsoed Diciduk terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Total 14 Orang Diamankan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut. "Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed," ujarnya, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Budi, OTT ini berkaitan dengan dugaan suap dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Unsoed. Dari operasi tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah. "Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru," jelasnya.
Dalam operasi yang berlangsung Kamis (20/8/2026), KPK mengamankan 14 orang di dua lokasi berbeda, yaitu 12 orang di Purwokerto dan 2 orang di Jakarta. "Dalam peristiwa ini, tim mengamankan empat belas orang, yakni dua belas orang di wilayah Purwokerto dan dua orang di Jakarta," kata Budi.
Dua Wakil Rektor Unsoed juga ikut terjaring, yakni Norman Arie Prayogo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kuat Puji Prayitno, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan. "Benar, Warek II dan III ikut diamankan," tegas Budi.
Dua orang yang ditangkap di Jakarta, termasuk Akhmad Sodiq, langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan intensif. Sementara 12 orang lainnya diperiksa awal di Polresta Banyumas. Dari hasil pemeriksaan, tujuh orang kemudian dibawa ke Jakarta.
"Sehingga sampai dengan saat ini pihak-pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut dan sedang menjalani permintaan keterangan di KPK, total sejumlah sembilan orang," ungkap Budi.
KPK menyesalkan dugaan praktik korupsi terjadi di sektor pendidikan. "Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," ucap Budi.
(*/Tribun-medan.com)
Baca juga: Sosok Akhmad Sodiq Rektor Unsoed Lulusan Jerman Kena OTT KPK Diduga Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Baca juga: OTT KPK, Rektor Unsoed Diciduk, Penjelasan KPK terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru