Kerja Sama Indonesia-Jerman, Menteri Federal Jerman dan Wamenkes Tinjau Fasilitas Bayer di Cimanggis
Dwi Rizki August 21, 2026 04:18 PM

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Fasilitas manufaktur healthcare PT Bayer Indonesia di Cimanggis mendapat kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang transisi energi dan kerja sama sektor swasta.

Dalam kunjungan itu, delegasi melihat langsung aktivitas manufaktur healthcare Bayer di Cimanggis yang menjadi salah satu fasilitas manufaktur strategis global perusahaan.

Fasilitas tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mengekspor produk ke lebih dari 42 negara.

Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan mengatakan, fasilitas Bayer di Cimanggis menjadi salah satu contoh kerja sama Indonesia-Jerman dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak," ujar Reem dalam siaran tertulis pada Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden

Menurut dia, investasi tersebut turut mendukung pengembangan energi terbarukan, penguatan industri lokal hingga peningkatan kapasitas manufaktur yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menilai keberadaan Bayer di Indonesia menunjukkan kemitraan antara pemerintah dan sektor industri dalam mendukung prioritas kesehatan nasional.

"Saya percaya bahwa kehadiran Bayer di Indonesia adalah contoh nyata dari kemitraan jangka panjang yang kokoh antara pemerintah dan sektor industri, yang secara langsung mampu mendorong prioritas kesehatan nasional kita," kata Dante.

Ia mengatakan, pemerintah melalui program nasional menargetkan dapat menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahun.

Untuk mencapai target tersebut, kata Dante, diperlukan pasokan Multiple Micronutrient Supplements (MMS) yang berkualitas, andal dan konsisten.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi juga meninjau sejumlah fasilitas di area manufaktur Bayer Cimanggis, termasuk instalasi panel surya atap.

Instalasi panel surya tersebut memiliki luas 1,66 hektare dengan kapasitas mencapai 2.054 kWp.

Panel surya itu mampu memasok sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun.

Selain fasilitas energi terbarukan, delegasi meninjau fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS).

Bayer menginvestasikan Rp99 miliar untuk pengembangan lini produksi, termasuk MMS dan penelitian serta pengembangan (R&D).

Investasi tersebut digunakan untuk memperkuat kemampuan manufaktur lokal dalam memproduksi suplemen prenatal berstandar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.

Kapasitas produksi MMS di fasilitas tersebut mencapai 1,2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister.

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza mengatakan, kunjungan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendukung agenda pembangunan nasional melalui investasi dan inovasi berkelanjutan.

"Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global," ujar Priscilla.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.