TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, mengapresiasi tradisi Metri Bumi yang dihelat Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebagai bentuk nyata menjaga kelestarian alam sekaligus sumber air.
Menurut Prof. Widodo, tradisi Metri Bumi yang dijalankan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, akan tetapi juga bagi manusia secara umum.
Hal itu diungkapkan Prof. Widodo saat menghadiri peresmian Laboratorium Living Life di Pantai Kili-Kili, Kecamatan Panggul, bersama Bupati Trenggalek.
Prof Widodo menilai komitmen Kabupaten Trenggalek dalam menjaga alam sangat luar biasa. Menurutnya, upaya tersebut perlu terus dipupuk dan dijaga agar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Baca juga: Ratusan Warga Kediri Serbu Telur Gratis, Golkar Borong 200 Kilogram dari Peternak Lokal
"Ini salah satu tradisi, salah satu budaya yang mana budaya ini diperuntukkan bagaimana kita ingat, sadar bahwa hidup kita itu sangat tergantung dari kelestarian bumi itu sendiri," terang Prof. Widodo.
Ia mengatakan, berbagai program pelestarian alam tidak akan berjalan optimal apabila tidak diikuti dengan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
"Ini hal yang sangat bagus dan banyak program-program kelestarian alam dan seterusnya itu tidak berjalan dengan baik kalau tidak diikuti dengan budaya," ujarnya.
Menurut Prof. Widodo, tradisi Metri Bumi menunjukkan adanya pola pikir dan perilaku masyarakat yang telah melekat untuk menjaga kelestarian alam.
"Saya melihat dengan budaya ini menunjukkan bahwa mindset dan juga tentu perilaku yang menyebabkan sebuah tradisi dan budaya ini sudah melekat di tengah masyarakat Trenggalek, yang mana dia paham, peduli untuk melestarikan alam," imbuhnya.
Ia menegaskan, manfaat dari upaya menjaga alam yang dilakukan Trenggalek tidak hanya dirasakan masyarakat di daerah tersebut.
"Ini tentu menguntungkan tidak hanya di Trenggalek, tetapi tradisi ini menguntungkan manusia secara umum di dunia ini. Karena apa yang dilakukan Trenggalek dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia," jelasnya.
Sementara itu, Metri Bumi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek.
Tradisi tersebut rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan sumber air.
Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup sehingga keberadaannya perlu dijaga.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, kehidupan masyarakat Trenggalek sangat bergantung pada kondisi alam.
Menurutnya, sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat masih bertumpu pada sumber daya alam.
"Perlu diingat bahwa masyarakat bisa hidup karena buminya masih memberikan kehidupan. Kalau kita lihat dari potensi, hampir semua pendapatan atau dari sisi ekonomi kita itu didapatkan dari basis alam," bebernya.
Ia menjelaskan, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan membutuhkan kondisi alam yang tetap terjaga.
"Apalagi kita masih berpijak kepada pertanian, peternakan dan juga perikanan. Tidak ada ikan kalau tidak ada laut yang masih terjaga. Kemudian tidak ada sawah yang baik kalau tidak ada air. Tidak ada air kalau tidak ada kawasan karst atau kawasan hutan yang terjaga. Maka itu menjadi satu rangkaian," jelasnya.
Menurut Arifin, ketergantungan terhadap alam juga berlanjut pada sektor industri pengolahan hingga pariwisata.
"Step kedua adalah industri pengolahan. Industri pengolahan pun industri pengolahan dari hasil yang hulu. Kemudian yang ketiga dari hasil akomodasi pariwisata, hiburan. Pariwisata kita semua berbasis alam," ujarnya.
Ia menegaskan, kerusakan alam akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.
Baca juga: Ada Gladi Bersih BEN Carnival 2026, Jalan Depan Kantor Wali Kota Blitar Ditutup
"Kalau alamnya rusak maka Trenggalek juga akan rusak. Maka pendapatan Trenggalek, ekonomi Trenggalek juga akan rusak di situ," katanya.
Arifin pun menyimpulkan bahwa kehidupan masyarakat Trenggalek memiliki keterkaitan erat dengan kelestarian alam.
"Jadi bisa saya simpulkan bahwa rakyat Trenggalek hidup tergantung dengan alam. Maka kalau kita ingin merayakan hari jadi kita, ya yang kita rayakan adalah kebersamaan kita bersama alam," tutupnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)