Disdik Cirebon Ungkap yang Bikin SMPN 7 Tembus Asia Tenggara: Buat Puluhan Inovasi
taufik ismail August 21, 2026 07:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puluhan inovasi hingga kebun penghasil nutrisi menjadi bagian dari perjalanan SMPN 7 Kota Cirebon hingga mampu membawa nama Jawa Barat ke tingkat Asia Tenggara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, saat diwawancarai media di lingkungan SMPN 7 Cirebon, Jumat (21/8/2026).

Ade mengatakan, perjalanan prestasi SMPN 7 Cirebon telah ia ikuti sejak awal 2020.

Menurutnya, ada tiga bidang yang menjadi kekuatan sekolah tersebut, yakni bidang kependudukan atau peserta didik, Adiwiyata, serta Nutrition Goes to School (NGTS).

Untuk capaian yang kini menjadi perhatian di tingkat Asia Tenggara, Ade menyoroti bagaimana SMPN 7 Cirebon mampu menerapkan program NGTS secara nyata.

"Yang paling sulit yang sudah dilakukan SMP 7 adalah how to implement tentang gizi itu di sekolah dan memang memberikan contoh," ujar Ade.

Menurut Ade, penerapan program gizi tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas.

Siswa perlu mendapatkan contoh konkret agar dapat memahami sekaligus mempraktikkan pola hidup yang mendukung kesehatan dan pemenuhan nutrisi.

Di SMPN 7 Cirebon, penerapan itu terlihat dari keberadaan berbagai sumber pangan seperti ikan, telur, hingga sayur-mayur.

"Di sini ada produk-produk protein, dari mulai ikan, telur, kemudian ada juga sayur-mayur. Jadi bagaimana memberikan contoh itu dengan implementasi langsung. Kenapa begitu? Karena memang anak-anak masih dalam fase pembelajaran harus konkret," ucapnya.

Ade menilai, pendekatan tersebut menjadi salah satu keunggulan SMPN 7 Cirebon.

Sekolah tidak hanya mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa melihat dan merasakan langsung penerapannya.

"Jadi kalau kita memberikan contoh, pasti mereka akan mencontoh. Maka menurut saya, sekolah ini sudah sampai pada level tertinggi menurut saya untuk tataran pendidikan," ujar dia.

Dari Lingkungan Gersang Jadi Sumber Nutrisi

Hal lain yang membuat Ade memberikan perhatian khusus adalah perubahan lingkungan sekolah.

Menurutnya, SMPN 7 Cirebon berhasil mengubah lingkungan yang sebelumnya gersang menjadi kawasan yang lebih hijau dan dapat mendukung penyediaan nutrisi.

"Jadi bagaimana anak-anak memahami tentang gizi, bagaimana menyediakan bahan-bahan tersebut, bagaimana mengubah lingkungan yang semula itu sangat gersang menjadi lingkungan yang sangat rindang dan memang bisa menjadi penyedia protein, penyedia nutrisi-nutrisi itu. Itu yang paling sulit," katanya.

Bagi Ade, perubahan tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan SMPN 7 Cirebon tidak berhenti pada konsep atau idealisme.

Program itu telah diwujudkan menjadi praktik yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah.

"Dari semua yang dilakukan itu, ya bagaimana mengimplementasikan dan bagaimana membuat cita-cita itu menjadi realita. Jadi bukan lagi idealisme, tapi sekarang sudah menjadi realisme," ujarnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang mendukung juga menjadi bagian penting agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik.

Bahkan, konsep integrasi yang diterapkan SMPN 7 Cirebon tidak hanya berkaitan dengan gizi dan lingkungan.

Sekolah juga telah memanfaatkan panel surya untuk membantu menekan biaya listrik.

"Jangan salah, di sini biaya listrik itu sudah bisa lebih ditekan karena juga sudah punya panel surya. Jadi memang ini sudah terintegrasilah," ucap Ade.

Ade pun mengaku bangga melihat capaian SMPN 7 Cirebon. Ia mengatakan, dukungan terhadap sekolah tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan Kota Cirebon.

"Saya sangat bangga dan saya memang secara khusus diminta oleh Bapak Wali Kota, karena ini ada di bidang kami, untuk mensupport dalam segala hal, agar apa yang sudah dicapai ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kita, tapi menjadi kebanggaan bagi provinsi kita, dan mungkin bagi negara kita," jelas dia.

Disdik Targetkan 215 Sekolah Jadi Adiwiyata

Ade mengatakan, keberhasilan SMPN 7 Cirebon diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Kota Cirebon.

Ia menyebut, salah satu langkah yang bisa dilakukan sekolah-sekolah lain adalah memulai dari program Adiwiyata.

Menurutnya, jumlah sekolah yang mengikuti program Adiwiyata di Kota Cirebon terus bertambah.

Sekolah yang sebelumnya berada di tingkat Kota juga semakin banyak yang berhasil naik ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

"Target kita kan 215 sekolah negeri dan swasta semua harus Adiwiyata. Kalau sudah Adiwiyata kan lingkungan sudah tertata," katanya.

Setelah lingkungan tertata, menurut Ade, sekolah dapat melangkah ke tahap berikutnya dengan mengembangkan program dan inovasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Ia melihat SMPN 7 Cirebon sudah berada pada tahap tersebut.

"Dari lingkungan yang tertata kan naik lagi ke tingkat selanjutnya, naik lagi... Wah, baru ini! Di sini mah programnya, inovasinya sudah enggak terhitung, sudah puluhan," ujarnya.

Ade pun mengingatkan sekolah lain agar tidak merasa harus langsung membuat inovasi besar. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan sekolah.

"Yang lain bagaimana? Mulailah dari yang kecil-kecil dulu, karena tidak akan ada perubahan besar kalau tidak melakukan perubahan terkecil yang bisa kita lakukan," ucap Ade.

Untuk mendorong sekolah lain, Disdik Kota Cirebon juga menyiapkan dukungan melalui sosialisasi serta penganggaran.

Ade mengatakan dukungan tersebut akan dilakukan secara terintegrasi, termasuk dengan memanfaatkan skema Bosda.

"Kalau support-nya sifatnya sosialisasi itu dilakukan oleh kita, terintegrasi. Jadi dengan apa namanya, biasanya kita kan ada Bosda ya. Nanti kita coba atur sedemikian rupa ada penganggaran untuk ke arah sana," kata dia.

Ia menambahkan, dukungan tersebut dilakukan secara bertahap agar program yang telah dirintis sekolah dapat terus berkembang.

"Tentu saja ada, kita atur-atur dari yang sedikit supaya program-program itu tetap tumbuh," katanya.

SMPN 7 Cirebon Jadi Wakil Jabar ke Asia Tenggara

Seperti diketahui, SMPN 7 Kota Cirebon bukan hanya dikenal sebagai sekolah yang peduli lingkungan.

Sekolah yang berada di Jalan Ciremai Raya, Perumnas, Kota Cirebon itu mampu membawa nama Jawa Barat hingga ke tingkat Asia Tenggara melalui program Nutrition Goes to School (NGTS).

SMPN 7 Cirebon menjadi satu-satunya wakil Jawa Barat yang melaju dalam program NGTS tingkat Asia Tenggara.

Kepala SMPN 7 Kota Cirebon, Euis Sulastri mengatakan, capaian tersebut tidak diraih secara instan.

Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil konsistensi sekolah dalam membangun budaya pendidikan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

Baca juga: Bikin Bangga, SMPN 7 Kota Cirebon Wakili Jawa Barat dalam Program NGTS Asia Tenggara

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.