TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bencana gempa bumi dapat terjadi kapan saja, secara tiba-tiba, dan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
Dikutip dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), gempa bumi yang merusak disebabkan oleh tumbukan antarlempeng, aktivitas patahan, hingga aktivitas gunung api
Hingga saat ini, belum ada institusi yang bisa memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi.
Oleh karena itu, persiapan dan pengetahuan mitigasi sangatlah krusial.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD DIY, berikut adalah panduan dan cara tepat yang wajib Anda pahami sebelum dan saat terjadi gempa bumi.
Upaya mitigasi paling efektif dimulai jauh sebelum guncangan terjadi.
Dikutip dari BMKG, kunci utamanya adalah mengenali lingkungan tempat tinggal dan bekerja. Pastikan struktur bangunan cukup kuat untuk menahan guncangan gempa.
Setelah memastikan kekuatan struktur rumah, BMKG mengintruksikan untuk mengenali jalur evakuasi.
Mulai dari letak pintu, tangga darurat, dan tempat paling aman untuk berlindung di tempat kerja maupun tempat tinggal Anda agar cepat dalam mengambil keputusan.
Baca juga: Penjelasan BMKG Soal Suara Gemuruh Gempa Magnitudo 3,5 di DIY Akibat Sesar Opak Dangkal
BMKG sangat menyarankan agar perabotan tinggi seperti lemari dan kabinet untuk diatur agar menempel pada dinding untuk mencegahnya roboh.
Selain itu, benda berat juga harus diletakkan di bagian bawah. Langkah mitigasii terakhir adalah dengan menyiapkan tas siaga dan memastikan selalu tersedia kotak P3K, senter/lampu baterai, radio portabel, makanan suplemen, air minum, serta persediaan obat-obatan dan alat pemadam kebakaran.
Ketika guncangan hebat melanda, insting utama manusia adalah panik.
Namun, BMKG mengingatkan dalam laman resminya untuk tidak panik sebab rawan bertindak ceroboh sehingga menyebabkan jatuhnya barang-barang.
Dilansir dari BPBD DIY, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah berlindung di bawah meja yang kuat untuk menghindari jatuhan benda atau pecahan kaca. Kepala bisa dilindungi dengan bantal atau helm dan jauhi jendela kaca.
BMKG menambahkan, jangan pernah menggunakan lift saat terjadi guncangan, tetapi gunakan tangga darurat jika situasi memungkinkan.
Dikutip dari BPBD DIY, jika sedang memasak dianjurkan untuk segera mematikan kompor dan mencabut peralatan listrik untuk mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran.
Jika berada di luar bangunan, jauhi gedung, tiang listrik, dan pohon yang berisiko roboh.
Perhatikan pijakan untuk menghindari rekahan tanah.
BPBD DIY juga menyarankan untuk segera menuju lapangan terbuka dengan tetap melindungi kepala.
Sedangkan jika ada di dalam mobil, segera jauhi persimpangan, menepilah di kiri bahu jalan, dan berhentilah.
Jangan berhenti di bawah atau atas jembatan serta dekat rambu lalu lintas.
Bagi warga yang sedang berlibur ke pantai segera jauhi area pantai untuk menghindari ancaman tsunami dan jauhi area tebing atau lereng pegunungan untuk menghindari tanah longsor.
(MG Fuza Nihayatul Chusna)