TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sorong bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sorong, INKLUSI dan Densus 88 Satgaswil Papua Barat menggelar sosialisasi pencegahan perkawinan anak, wawasan kebangsaan serta pencegahan radikalisasi di kalangan pelajar.
Kegiatan yang bertujuan membekali sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial tersebut dipusatkan di SMK Negeri 2 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (21/8/2026).
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru.
Para siswa dan siswi mendapatkan edukasi langsung dari sejumlah narasumber mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan, membangun karakter serta menjauhi berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Baca juga: BMP Kabupaten Sorong Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Pelajar
Baca juga: 55 Pelajar Sorong Adu Kreativitas di Lomba Stand Up Comedy TP PKK
Dalam kegiatan tersebut, Densus 88 Satgaswil Papua Barat memberikan materi mengenai bahaya radikalisasi, cara mengenali potensi paham radikal serta langkah-langkah pencegahannya di kalangan pelajar.
Sementara itu, perwakilan INKLUSI memberikan edukasi mengenai pencegahan perkawinan anak, termasuk pentingnya memahami dampak perkawinan pada usia anak terhadap pendidikan, kesehatan, perkembangan psikologis dan masa depan generasi muda.
Ketua TP PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk membentengi pelajar dari berbagai persoalan yang dapat menghambat masa depan mereka.
Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang begitu pesat.
“Anak-anak kita adalah generasi emas yang dituntut untuk mempersiapkan masa depan dengan luar biasa. Yang pertama adalah belajar membangun karakter sebagai generasi Indonesia Emas yang siap menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Junita.
Ia mengingatkan para pelajar agar dapat menggunakan media sosial secara bijak.
Menurutnya, media sosial memiliki sisi positif yang dapat dimanfaatkan untuk belajar dan mengembangkan diri, namun juga terdapat berbagai konten negatif yang perlu diwaspadai.
“Di era digital ini, kita tahu media sosial memiliki hal-hal yang baik, tetapi juga ada hal-hal yang tidak baik, ada yang negatif dan ada yang positif. Karena itu, anak-anak harus bisa memilih dan menggunakan media sosial dengan bijak,” katanya.
Baca juga: 18 Tim Pelajar Adu Kreasi Lomba Busana Daur Ulang, Direktur UT Sorong Puji Kreativitas Peserta
Junita juga menekankan pentingnya lingkungan dalam membentuk karakter dan masa depan seorang anak.
Lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan dapat memberikan pengaruh terhadap pendidikan, kesehatan, dan perkembangan kepribadian pelajar.
Karena itu, ia mengajak seluruh siswa SMK Negeri 2 Kabupaten Sorong untuk mengikuti sosialisasi dengan serius dan memanfaatkan materi yang diberikan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat dan dampak positif bagi anak-anak. Persiapkan masa depan dengan belajar karena pendidikan menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Junita juga memperkenalkan keberadaan Densus 88 kepada para pelajar sekaligus menjelaskan pentingnya memahami bahaya radikalisasi sejak dini.
Menurutnya, edukasi mengenai wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisasi perlu diberikan kepada generasi muda agar mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai kebangsaan serta tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia berharap kolaborasi antara TP PKK, DWP, INKLUSI dan Densus 88 dapat terus dilakukan untuk memberikan edukasi yang berkelanjutan kepada para pelajar di Kabupaten Sorong.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan mampu menjaga diri, menolak perkawinan anak, bijak menggunakan media sosial, serta memiliki karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat sebagai bagian dari generasi yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)