Pemprov Sumbar Bangun Screenhouse Cabai di Agam, Petani Milenial Dapat Bantuan Rp472 Juta
Rahmadi August 21, 2026 09:49 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan fasilitas screenhouse cabai senilai Rp472 juta kepada kelompok tani di Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (21/8/2026).

Bupati Agam Benni Warlis menerima langsung kunjungan lapangan jajaran Pemprov Sumbar dan meninjau pemanfaatan bantuan screenhouse cabai tersebut bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat.

Benni Warlis menyampaikan fasilitas screenhouse cabai dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 ini berfungsi mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap komoditas pertanian.

“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung dan memperpanjang produksi tanaman cabai, mengurangi risiko penyakit, meningkatkan kualitas serta produktivitas, sekaligus membantu mengendalikan inflasi di Kabupaten Agam,” ujar Benni Warlis.

Bantuan screenhouse senilai Rp472 juta tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Karya Tani, yang berlokasi di Muaro Batu Galeh, Jorong IV Surabayo, Kecamatan Lubuk Basung.

Baca juga: Batu Bronjong Dipasang di Sungai Batang Tumayo Agam, Warga Mulai Merasa Tenang

Menurut Bupati, Kelompok Tani Karya Tani dipilih karena merupakan salah satu kelompok petani milenial yang telah berhasil menerapkan budidaya pertanian secara modern.

Selama ini, kelompok tersebut telah mengembangkan komoditas melon premium melalui sistem smart farming, sehingga dinilai memiliki kemampuan dan pengalaman untuk mengaplikasikan teknologi pertanian melalui screenhouse.

“Kedepannya, Kelompok Tani Karya Tani diharapkan dapat menjadi pilot project pengembangan dan budidaya tanaman cabai secara modern, sehingga bisa menjadi contoh bagi Kabupaten Agam khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya,” ungkapnya.

Bupati berharap ke depan semakin banyak inovasi yang lahir dari petani milenial Kabupaten Agam, didukung kemampuan, daya saing, semangat, serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan sektor pertanian.

Baca juga: Geopark Silokek Dapat Catatan Evaluator UNESCO, Pemkab Sijunjung Siapkan Tindak Lanjut

Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, Bank Indonesia, pemerintah kecamatan dan nagari, penyuluh, perguruan tinggi, pelaku usaha, perbankan hingga kelompok tani dan petani.

“Pemerintah kabupaten tentu tidak mungkin bekerja sendiri. Semua harus bersinergi demi suksesnya tujuan kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.