TRIBUN-BALI.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa, turut berpartisipasi dalam
kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Buahan. Selain membantu pelaksanaan pelayanan Posyandu, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga serta langkah-langkah pencegahan penyakit, khususnya diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa, kepada masyarakat sekaligus upaya untuk meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya melakukan pencegahan penyakit sejak dini. Edukasi diberikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar masyarakat, khususnya para orang tua, dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan Posyandu, mahasiswa turut membantu kader dalam berbagai pelayanan, seperti pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pencatatan hasil pemantauan pertumbuhan anak. Di sela kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat serta
pentingnya menjaga lingkungan rumah agar tetap bersih dan sehat.
Baca juga: Pasca Banjir, Warga Denpasar Bali Alami Pilek Hingga Diare, Dinkes Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Baca juga: Kasus DBD di Bali Anjlok Signifikan hingga Juli 2026, Dinkes Ungkap Faktor Penyebabnya
"Edukasi Pencegahan Diare Dimulai dari Keluarga Diare" merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa, dan berkaitan erat dengan kebersihan makanan, minuman, tangan, serta lingkungan.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pencegahan diare dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap anggota keluarga. Masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, dan setelah membersihkan anak.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi keluarga berada dalam kondisi bersih dan aman. Orang tua juga diajak untuk memerhatikan kebersihan peralatan makan anak, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memastikan sumber air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tetap bersih.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa menekankan bahwa pencegahan diare tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Kebiasaan hidup bersih yang diterapkan secara konsisten di rumah dapat menjadi bentuk pencegahan dini terhadap berbagai penyakit yang berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi.
"Mewaspadai DBD Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk Selain Diare", mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Masyarakat diberikan pemahaman, bahwa salah satu langkah penting dalam mencegah DBD adalah mengurangi tempat yang dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.
Mahasiswa mengajak masyarakat menerapkan prinsip 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah “Plus”, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari adanya genangan air di sekitar rumah, menggunakan perlindungan dari
gigitan nyamuk, serta melakukan pemantauan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk tidak hanya membersihkan lingkungan ketika terdapat kasus DBD, tetapi menjadikan pemberantasan sarang nyamuk sebagai kebiasaan rutin di lingkungan keluarga.
"Pencegahan Dini Dimulai dari Lingkungan Rumah Mahasiswa KKN Universitas Warmadewa" menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama, dan terdekat dalam membentuk perilaku hidup sehat. Oleh sebab itu, pencegahan penyakit sebaiknya dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah.
Orang tua memiliki peran penting, dalam memberikan contoh kepada anak mengenai kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan rumah, serta tidak membiarkan tempat penampungan air menjadi sarang nyamuk. “Pencegahan penyakit sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga. Dengan membiasakan hidup bersih, menjaga makanan dan air tetap aman, serta rutin membersihkan lingkungan dari tempat berkembang
biaknya nyamuk, masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini,” ujar salah satu mahasiswa KKN
Universitas Warmadewa.
"Posyandu Sebagai Ruang Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan Posyandu" tidak hanya menjadi tempat untuk melakukan pemantauan pertumbuhan dan kesehatan anak, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, informasi kesehatan dapat disampaikan secara langsung kepada keluarga, sehingga masyarakat memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan.
Keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan Posyandu Desa Buahan, menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk membantu kegiatan pelayanan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi melalui edukasi kesehatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya edukasi mengenai pencegahan diare dan DBD, diharapkan masyarakat Desa Buahan semakin memahami bahwa pencegahan penyakit dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Warmadewa berharap dapat mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat, serta meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
Upaya sederhana yang dilakukan secara rutin di tingkat keluarga, diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan Desa Buahan yang lebih sehat, bersih, dan bebas dari risiko penyakit yang dapat dicegah. (*)