Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, MBAY - Sehari menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto, ratusan pengungsi gempa bumi Flores di Kabupaten Nagekeo yang tinggal di tenda pengungsian di Lapangan Berdikari, Kota Mbay mendapat selimut dan tikar.
Selain selimut dan tikar, terlihat ada penambahan tenda darurat sebanyak 28 unit bertuliskan BNPB.
Sebelumnya, hanya ada lima buah tenda darurat yang dibangun TNI AD untuk menampung ratusan pengungsi mulai dari bayi hingga lansia.
Sejak hari pertama gempa 15 Agustus 2026 hingga hari kelima mengungsi ke lokasi itu, para penyintas tidur dengan selimut dan tikar seadanya yang dibawa dari rumah masing-masing.
Baca juga: 4.258 Gempa Susulan Guncang NTT Pasca-Gempa Flores M7,7 BMKG Perkirakan Pertengahan September 2026
Namun ada yang tidur seadanya tanpa selimut.
"Kalau selimut dan tikar dapat baru malam ini, sebelumnya hanya makanan dan minuman dari relawan, kalau bantuan selimut itu pertama untuk bayi balita, kalau kami yang dewasa baru malam ini," ujar Ferdinanda Dian, pengungsi asal Desa Marpokot, Jumat (21/8/2026) malam.
"Selama lima hari kemarin belum pernah dapat selimut, malam ini baru dapat selimut, malam sudah tidak kedinginan lagi," tambah Rovina Nena yang juga dari Desa Marpokot.
Mereka berharap, gempa susulan segera berakhir sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing. (bet)